Translate

Kamis, 21 Februari 2013

Gonjang Ganjing Politik Saling Menjatuhkan

Dewasa ini republik Indonesia di buat bingung  dengan suasana politik yang terlihat saling jerat dan saling menjatuhkan. Peristiwa ini menambah kegalauan masyarakat di tengah kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Jerat korupsi dinilai sebagai jurus ampuh menjatuhkan lawan- lawan politik. Korupsi di berbagai sendi kehidupan  sangat jelas terlihat akhir-akhir ini dengan banyaknya  kasus korupsi yang terdengar melibatkan beberapa tokoh politik.

Dengan melihat hal tersebut, masyarakat Indonesia di paksa untuk melihat dengan seksama tentang parpol yang hendak mewakilinya kelak. Karena, rakyat harus tetap mengambil sikap terhadap wakilnya.

Mahfud MD, menjelaskan pada acara bedah buku Perang Bintang 2014 di Kampus UIN Jakarta 21/02/13 kemarin, Ia menjelaskan betapa pentingnya parpol disebuah negara, Ia tegaskan bahwa satu partai buruk lebih baik dari pada tidak ada sama sekali partai.

keadaan poltik semacam ini pada dasarnya bukan belum pernah terjadi di Indonesia,  Sejak penentuan asas negara di tahun 45. Saling sikut kepentingan telah terjadi.  Namun yang membedakan sikut menyikut pada era itu terjadi  dalam upaya menaruh pengaruh ideologi partai di tengah rakyat Indonesia  yang kelak merdeka.

keadaan seperti ini terus berlanjut hingga masa Orde Baru bergulir, ketidak kondusifan keadaan politik memaksa pemerintah untuk mengkrucutkan partai kedalam tiga partai.

Hal ini cukup memberi dampak positif bagi keadaan politik di negeri ini. Sehingga pada saat itu pembangunan negara dapat terencana dan terlihat progressnya. meskipun demikian keadaan ini membawa dampak pembangunan akan tetapi hal ini juga berdampak pada tumbuhnya praktik KKN di tengah pemerintahan sehingga pada akhirnya setelah 32 tahun berkuasa orde ini pun berakhir dengan demo aksi masa yang terjadi di tahun 1998.

Zaman bergulir orde Reformasi lahir, kebebasan yang selama orde baru  terpendam, menjadi uforia  kebebasan di segala bidang. kekuatan parpol baru bermunculan, badan pengawas juga bermunculan sebagai upaya untuk meminimalusir tindak KKN di republik ini.

Hal ini, menyebabkan tranparansi  dari semua aspek pendanaan dan berjalannya pemerintah hingga akhirnya segala bentuk upaya KKN dapat tercium mudah.

Kesibukan parpol saat ini tidak lagi memikirkan bagai mana membangun kader dengan ideologi seperti era awal kemerdekaan. namun lebih kearah bagaimana terlihat baik di hadapan publik.

Hilangnya ideologi partai menyebabkan ketidak konsistenan wakil rakyat yang dipilih melalui pemilihan partai pada setiap pemilu. Pembangunan karakter partai tercipta oleh visual gambar di tengah media. bukan bagaimana ia bertindak dengan ideologinya sehingga dapat di terima rakyat.

Sehingga kabar buruk yang terekam kamera amat terasa dan menjadi momok bagi partai sehingga dapat di jadikan senjata ampuh untuk menjatuhka antar parpol saat ini.

Untuk itu perlu adanya suatu kesadaran baik parpol dan masyarakat untuk secara bersama membangun Indonesia. Sehingga  gerak parpol melalui ideologinya dapat menjadi arah memajukan masyarakat Indonesia dan menimbukan kepercayaan diantaranya sehingga pembanguna dan kesejahteraan tercipta akibat adanya kesetabilan politik didalamnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar