Wednesday, 21 January 2015

Nurtanio dan Pesawat Terbang Pertama Buatan Indonesia

Banyak orang tahu bahwa bangsa Indonesia telah menciptakan pesawat. Ya, banyak yang telah mengetahuimya. Melalui Gatot Kaca atau N-250 Pesawat buatan tahun 1995 telah mengudara di Cakrawala Indonesia melalui hasil cipta karya anak bangsa Ir. H.B.J. Habibie
Source : Wikipedia.com
Pesawat N-250 adalah pesawat penumpang sipil (airliner) regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. Berbeda dengan pesawat sebelumnya seperti CN-235 dimana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat itu dikerjakan secara patungan antara perusahaan CASA Spanyol dengan IPTN. 
Pesawat diatas memang dirancang dan dibangun hingga diterbangkan oleh putra terbaik bangsa suatu kebanggaaan bukan. Pastinya, Namun banyak pula orang yang tidak pamiliar dengan nama Nurtanio. Nah lo..., Siapa gerangan nama tersebut dan sempat disebutkan di paragraf atas. Berbeda dengan B.J Habibie yang merancang dan membangun di era ke-emasan bangsa Indonesia, diera kepemimpinan Presiden Soeharto. yang sedikit banyak membawa Indonesia kearah pembangunan yang pesat di berbagai sektor, khususnya sektor pertanian dan migas. 







Nurtanio Pringgoadisuryo 

Lahir di Kandangan, Kalimantan Selatan, 3 Desember 1923 – meninggal 21 Maret 1966 pada umur 42 tahun. Cukup singkat memang usianya. namun yang menajdi perhatian dari tokoh pemuda Bangsa Indonesia tersebut adalah tentang bagaiman ia di tengah era awal kemerdekaan telah berusaha menciptakan kebanggaan bukan hanya bagi dirinya sendiri namun juga bagi bangsa Indonesia yang baru merdeka. 
Banyak orang tidak mengetahui Bersama Wiweko Soepono, Nurtanio membuat pesawat layang Zogling NWG (Nurtanio-Wiweko-Glider) pada tahun 1947. tepat dua tahun setelah kemerdekaan Indonesia. Nah lo.., Bangsa Indonesia telah menciptakan Pesawat terbang sejak awal kemerdekaan? Agak kabur memang pemberitaan tentang siapa dan apa yang telah dilakukan Nurtanio bagi bangsa Indonesia. 
Penulis tidak akan memabhas mengapa ide kreatif Nurtanio tidak terendus kepada kita generasi milenium haha.. Pastinya kita akan kagum tentang dirinya karena ia adalah cikal bakal pembuat pesawat asli buatan bangsa Indonesia.
Cita-cita dan keinginan serta kecintaannnya akan dunia kedirgantaraan sudah dia awali sejak masa Hindia Belanda. Nurtanio pada saat itu berlangganan majalah kedirgintaraan Vliegwereld, dan menekuni masalah aerodinamika dan aeromodelling. Pada masa itu, Nurtanio sering mengadakan surat menyurat dan korespondensi dengan sesama pencinta Aeromodelling pada zaman Hindia Belanda. Diantaranya adalah Wiweko Soepono yang saat itu sudah mendirikan perkumpulan pencinta Aeromodelling serta berlangganan majalah Vliegwereld.
Pada masa pendudukan Jepang, di sekolah menengah tinggi teknik atau Kogyo Senmon Gakko, Nurtanio mendirikan perkumpulan Junior Aero Club yang isinya tentang bagaimana teknik pembuatan pesawat model yang merupakan dasar-dasar Aerodinamika. Karena pada masa pendudukan Jepang penggunaan bahasa Inggris dilarang, maka untuk menghidari kecurigaan ditempaknya dua orang pengawas berkebangsaan Jepang diantaranya adalah Tuan Imazawa. Disinilah Nurtanio berkenalan dan bertemu dengan R.J Salatun, yang juga berminat dalam masalah penerbangan dan kebetulan berlangganan majalah kedirgantaraan yang sama yakni Vliegwereld. Pada saat itu peserta dibatasi karena para pesertanya yang sebelumnya membludak, jadi hanya tinggal sedikit.
Di JAC, Nurtanio dan sahabatnya, R.J Salatun, juga bertemu dengan guru olahraga yang bernama Iswahyudi yang juga memiliki pengetahuan dalam masalah penerbangan, yang ketika perang dunia II pecah, sedang mengikuti pendidikan penerbang militer Belanda yang kemudian diungsikan ke Australia. Perhatian Nurtanio pada masa itu tidak hanya dalam masalah pesawat model tetapi bahkan menekuni buku-buku teknik penerbangan yang saat itu banyak berbahasa Jerman serta sudah menekuni dan menggambar rancangan glider atau pesawat layang type Zogling yang merupakan obsesinya.
Sekitar tahun 1948, Nurtanio ditugaskan ke Manila, Filipina untuk melanjutkan studi kedirgantaraannya di FEATI (Far Eatern Aero Technical Insitute). Sebagai bekal hidup, Nurtanio membawa kerajinan perak Yogyakarta yang ternyata susah untuk dijual.Waw... Bangsa Indonesa Bersekolah keluar negeri sambil BERDAGANG...!!! bayangkan sekarang banyak anak-anak dari kita amaupun tetngga kita termanjakan ooleh diri kita sendiri. membiayai sekolah diambah uang jajan yang berlimpah. Nurtanio merupakan contoh yang harus ditiru oleh kita generasi milenium bangsa Indonesia. karena dengan kerja kerasnyalah ia dapat mewujudkan cita-citanya untuk dapat membuat pesawat bagi bangsanya.
Pada masa selesainya perang kemerdekaan tahun 1954, Nurtanio berhasil merancang dan membuat pesawat Sikumbang yang merupakan pesawat all metal pertama Indonesia. Pada masa perintisannya, Mayor Udara Nurtanio bersama 15 stafnya tahun 1953 dalam perbengkelan kecil Seksi Percobaan Lapangan Udara Husein Sastranegara, berhasil membuat sejumlah pesawat terbang diantaranya, pesawat serba logam (all metal) COIN (Counter-insurgency-anti gerilya) yang diberi nama Si Kumbang 1 Agustus 1954. Pesawat rancangan beliau lainnya yang pernah dibuat, Belalang 85 (1958) yang kemudian pesawat latih ini disempurnakan dan diproduksi sebagai Belalang 90. Pesawat latih ini digunakan untuk mendidik para calon penerbang Angkatan Udara dan Pusat Penerbangan Angkatan Darat. Pada tahun yang sama, Nurtanio dan para asistennya berhasil membuat pesawat olah raga Kunang 25 bermesin mobil Volkswagen. Ia juga merintis membuat prototipe helikopter Kepik dan Manyang serta girokopter Kolentang.
Nurtanio kemudian berencana menerbangkan ke daerah Sekaten, Yogyakarta dari Bandung. Sahabatnya R.J Salatun mempunyai firasat buruk tentang penerbangan itu dan berniat membatalkannya. Karena dia punya akses langsung kepada Kepala Staf Angkatan Udara Suryadarma, Salatun memberikan argumen kepada Suryadarma agar membatalkan rencana penerbangan Nurtanio ke Yogyakarta dengan alasan Nurtanio adalah satu-satunya kostruktur penerbangan yang dimiliki Angkatan Udara. Suryadarma setuju dengan alasan Salatun dan memerintahkan stafnya untuk memberikan radiogram pembatalan rencana penerbangan ke Yogyakarta. Untuk mengobati rasa kesalnya, Nurtanio menerbangkan pesawat Sikumbang itu keliling udara Bandung di sekitar Lanud Husein Sastranegara.


Si Kumbang


Tidak lama kemudian pesawat itu didaratkan di Lanud Husein karena mengalami gangguan berupa mesinnya mati. Nurtanio mengambil kesimpulan seandainya dia melakukan penerbangan ke Yogyakarta, maka dia harus mendarat darurat di daerah rawan yang masih dikuasai DI/ TII karena mengalami mesin mati. 


Belalang

Disamping pembuatan dua pesawat tersebut diatas ia juga menciptakan pesawat lain seperti si Kumbang dan Gelatik. Nurtario gugur pada suatu kecelakaan pesawat terbang pada tanggal 21 Maret 1966, ketika menerbangkan pesawat Aero 45 atau Arev yang sebenarnya buatan Cekoslowakia, yang telah dimodifikasi dengan memberi tangki bahan bakar ekstra. Pesawat ini sebenarnya akan digunakan untuk penerbangan keliling dunia, dan Nurtanio mengalami kecelakaan saat kerusakan mesin, dia berusaha untuk mendarat darurat di lapangan Tegallega Bandung namun gagal karena pesawatnya menabrak toko.
Demikian cerita singkat tentang Nurtanio dengan Pesawat Pertama Buatan bangsa Indonesia, meruakan tugas kita sebgai generasi muda untuk menumbuhkan semangat Nurtanio diera kemudahan saat ini sebagai tolah ukur kebesaran bangsa Indonesia yang merupakan bangsa yang memiliki kekuatan untuk berdiri diats kakinya sendiri.

Thanks To : Wikipedia.



Thursday, 31 July 2014

Pudarnya Politik Islam Indonesia

Islam merupakan  agama yang paling banyak dianut oleh penduduk Indonesia, dengan jumlah tidak kurang 80% dari total keseluruhan jumlah penduduk Indonesia  yang berjumlah 237.556.363.  Dengan jumlah penduduk muslim yang begitu banyak. Indonesia telah menjadi negara nomor urut pertama dengan populasi muslim dunia, tidak kurang dari 204 juta penduduk Indonesia beragama Islam.
Namun dengan jumlah populasi yang begitu banyak. terdapat ke unikan tersendiri bagi kehidupan politik di negara ini. Indonesia tidak menerapkan islam sebagai dasar negara seperti dua negara tetangganya, Brunei dan Malaysia. Muslim Indonesia lebih memilih Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Pertarungan politik mengenai penetapan Ideologi bangsa ini berjalan cukup alot dalam sejarah bangsa Indonesia. Hingga muslim Indonesia menerima pancasila sebagai dasar negara Indonesia pada 1 Juni 1945. Melalui pidato yang disampaikan oleh Ir. Soekarno di depan Badan Penyelidik  Persiapaan Kemerdekaan Indonesia. dan disayahkan pada ta 18 Agustus 1945. 
Penerimaan ini tak terlepas dari kebesaran hati muslim indonesia untuk menjadikan pancasila sebagai Ideologi bangsa. Dengan merelakan terlepasnya kata syariat islam dalam salah satu poin pancasila. namun demikian gejolak politik islam indonesia terus berkembang dan bertranspormasi dalam kehidupan bangsa indonesia. 
Hal ini dapat dilihat dalam perjalanan politik Islam sejak Indonesia merdeka. Politik islam sejak kemerdekaan tercerminkan saat lahirnya partai-partai politik islam, sebagai partai yang mewakilkan Islam politik indonesia. saat pemilu pertama di gelar di tahun 1955 dengan jumlah anggota legistaif dari partai-partai islam tersebut berhasil mengambil kursi anggota dewan lebih dari 115 atau 42 % anggota dewan yang mewakili partai islam dari 257 kursi anggota dewan legislatif yang diperebutkan pada pemilu 1955.
Hal ini mencerminkan kuatan islam yang begitu kuat ditengan percaturan politik bangsa Indonesia yang baru lahir dan baru pertama kali mengadakan pemilu. Pada perkembangannya politik islam Indonesia terus mengalami pluktuasi yang hingga akhinya  menjadikan politik islam tidak begitu menarik dan ditinggalkan oleh para pemilihnya. 
Sejak tahun 1977 dimana terjadi Fusi partai dengan mengkrucutkan partai peserta pemilu hanya dengan tiga partai peserta pemilu. Sejak tiga periode pelaksanaan pemilu partai islam yang diwakili Partai Persatuan Pembangunan hanya mendapatkan kursi : 29% 1977, 27% 1982, 15% 1987, 17 %1992  dan 22% 1997. Secara matematis hal ini berbanding terbalik ketika partai islam terpecah pada lima partai  politik pada tahun 1955. islam menjadi kekuatan yang dominan namun setelah terjadi fusi menjadi paratai yang kurang memiliki kekuatan di dalam perolehan kursi anggota Dewan Legislatif yang seharusnya tidak jauh mengurangi prosentase kekuatan politik di dalam keanggotaan Dewan Legislatif.
Pengalaman Sejarah politik Islam terus terulang dan bahkan terasa tidak memiliki kekuatan yang dominan saat dekade terakhir ini. gambaran yang begitu nyata adalah ketika koalisi partai islam terpecah kembali dalam berbagai partai politik.  Upaya fusi partai telah diupayakan para pimpinan partai melalui koalisi partai islam yang bergabung pada koalisi Merah Putih saat pemilihan Umum tahun 2014 tidak dapat mendongkrak suara calon dari pencalonan Presiden dan wakil Presiden yang didukung koalisi tersebut.
Hal ini menjadikan indikasi pudarnya politik islam dilkalangan masyarakat penduduk indonesia telah kurang dan tidak lagi memiliki daya tarik yang tinggi. Sehingga di tinggalkan oleh lebih dari 204 juta penduduk muslim Indonesia. Dengan demikian seacara eksplisit tergambarkan politik islam indonesia telah memudar. dan perlu suatu repolitisasi muslim indonesia agar kekuatan politik islam menjadi kekuatan yang dominan ditengah percaturan politik di indonesia sehingga akomodasi kepentingan ummat muslim indonesia akan lebih terayomi dalam suatu kekuatan politik yang kuat dan bersatu.Sehingga pengalaman sejarah 69 tahun kemerdekaan Indonesia tidak terulang ulang  dan tak mengalami perkembangan yang cukup signifikan tidak terjadi kembali pada periode pemilu selanjutnya. 
 

Friday, 30 May 2014

Disuatu Pagi


Beberapa saat setelah surya mulai bersinar dengan cerahnya
Saat bulan tak bersinar belum menghilang dilangit biru
Ditengah padang bunga abadi
Dikelilingi puncak gunung yang menjulang tinggi
Udara dingin masih menyelimuti
Getar hati menakuti
Kepercayaan menyemangati
Sederet kata yang tak begitu indah
Menutur harap Sekian lama tak tercurah dengan pasti
Kupastikan dengan percayadiri
Apakah kau tak melihatku tertatih
Tak menghiraukan burung bernyanyi agar pergi
Tetap percaya akan kesucian cinta yang lurus putih
Tak membelokan hati
Bersabar tanpa henti
Percaya akan kekasih
Menerima tanpa upeti
Lurus suci
Begitu besar harapan kejujuran hati
Tak berbohong terhadap nurani
Wahai kekasih hati
Berbalas rindu
Berbalas kasih
Berbalas kejujuran
Cinta suci murni
Tak elak harap pergi
Kau tampar sadarkan aku
Tak ada kesucian cinta
Tak ada cinta murni
Begitulah cinta
Tak berubah hingga nanti
Saat orang orang mulai tersadar
Saat ia memilih untuk bangun ketika orang lain terlelap
Memanjatkan doa
Kemudian melangkah menafsirkan ayat ayat suci
Berkelana mensyukuri hidup
Mematri perdaban dalam sebuah bongkahan batu
Yang terbangun atas nurani
Tak terkikis
Mengkristal
Bagai berlian yang keras
Bening berkilau
Menjalani hidup
Menjalani kehidupan
Menemui akhir
Menemui tempat kembali
Tak elok meratap
Tak elok menangis
Berjalan membangun
Hadirkan senyum
Membahagiakan
Menebar kebahagiaan
Berlomba menuju kebaikan

Wednesday, 12 March 2014

Kurikulum 2013 Tak Ramah Globalisasi

Globalisasi sudah di depan mata, Pembukaan Perdagangan Bebas Asia Tenggara yang dimulai tahun 2015 tahun depan menjadi titik  awal Globalisasi di wilayah Asia Tenggara. Kesiapan masing-masing negara merupakan taruhan yang amat berat bagi kompetitor negara-negara Asia Tenggara. terlebih bagi negara-negara yang belum siap dalam menghadapinya.
Kemampuan manajerial pembanguanan negara baik dari sektor Ekonomi dan Sektor Intlektual harus berkesinambungan sehingga terdapat balancing yang kuat dan dapat memperkokoh kekuatan suatu negera atau menjadi negara gagal dan kalah bertarung di era perdagangan bebas tersebut. Era ini merupakan era pembelajaran bagi masing-masing negara anggota ASEAN, Sebelum negara-negara ini akan bertemu lagi dengan saingan-saingan yang lebih kuat di era perdaganagan bebas dunia yang di mulai enam tahun mendatang ditahun 2020.
Sayang begitu sayang, ditengah tantangan tersebut, perubajan kurikulum dilakukan. kesiapan bukan digencarkan namun di kendurkan. Hal ini dapat di lihat dari pengurang jam mata pelajaran. dimana mata pelajaran bahasa Inggris dikurangi jam pengajarannya di kurikulum tersebut dan yang paling oarah adalah penghapusan mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). yang merupakan syarat khusus untuk dapat berkomunikasi ditatanan global.
Persiapan harus dilakukan dengan cepat dan sistematis agar kegemilangan bangsa ini dapat tercapai, mengambil keuntungan lebih besar setelah kesiapan telah matang dan membuahkan hasil. maka tidak mungkin tidak bukan jika negra indonesia akan tetap berdiri dibelakang panggung akibat kesiapan yang kurang.
Maka dari itu, ditengah perubahan kurikulum kedepan yang sudah pasti akan diterapkan rakyat harus siap secara pribadi dalam menghadapi tantangan tersebut. Dengan demikian, pengurangan jam mata pelajaran atau penghapusan mata pelajaran tidak berdamapak negatif. Karena penyiapan pengajaran yang tidak diajarkan telah kita siasati dengan pemberian jam tambahan khusus.
dinataranya dengan menambah bahasa Inggris dan Komputer pada lembaga-lembaga les untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mendesak tersebut. Agar kesiapan generasi mendatang dalam kancah perekonomian global dapat  bersaing dan dapat memenangkan persaingan tersebut, dan tidak akan menjadi kalah akibat kekurangan daya saing dalam berkomunikasi dan menggunkan teknologi.       

Saturday, 12 October 2013

Sebuah Tanya ??? Antara Revolusi atau Evolusi

Mendengar kata Revolusi, orang akan mengatakan adalah peristiwa berdarah, penggulingan kekuasan,  pembunuhan dan  kekejaman yang berlandasan perubahan cepat.   Ya memang dapat dikatakan benar kita dapat lihat di beberapa negara didunia. dan bahkan tercatat di dalam sejarah Eropa tentang bagai mana rakyat Prancis mendambakan perubahan bangsa dengan melakukan tindakan pada kerajaan di Prancis.
Di era modern, teramat jarang rovolusi dilakukan oleh rakyat sauatu negara. Tuntutan revolusi tidak lagi menggaung, namun semakin gencar dilakukan dengan upaya pemisahan diri dari negara induk yang dinilai telah melakukan diskriminiasi ketidakadilan  terhadap daerah yang ia tinggali. mesikpun baru-baru ini banyak terjadi revolusi di negara-nagara arab, namun revolusi telah menyisakan kepahitan dan ketidak jelasan yang makin tak pasti. tak banyak revolusi yang berdampak kepada kemajuan. Perebutan kekuasaan adalah pangkal dari kemerosotan harapan perubahan. 
Revolusi yang di harapkan membawa perubahan hanya menjadi mimpi yang tidak pernah menjadi kenyataan.  Perubahan memang terjadi, namun perubahan itu hanya sedikit di rasakan rasa pahit akan kemerosotan mimpi perubahan kehidupan yang paling sering terjadi. Keterbukaan Pemerintah, Peningkatan kesejahteraan, Stabilitas politik dan Peningkatan Ekonomi sekan makin jauh dari harapan.
Revolusi semacam ini terjadi akibat ketidak siapan revolutor dalam menyiapakan model perubahan, perubahan yang diraih hanya membawa kebingungan tentang bagaimana cara pemerintahan dijalankan sehingga akhirnya tidak pernah membawa perubahan. Kebingungan-kebingungan hanya membawa kepada kemunduran akibat keterlantaran pembanguna dan kebingunangan pengelolaan. Tentunya Revolusi semacam ini merupakan revolusi yang paling tidak diharapakan. 
Kesepahaman  dan Kesiapan yang merupakan kunci sukses dari sebuah Revolusi, namun kendala dari revolusi ini adalah  tentang bagaimana cara menyatukan kesepahaman dan penyiapan kesiapan. Hal ini terrasa  sulit bagi negara yang memiliki banyak macam etnik dan luas daerah yang terpisah-pisah oleh pulau-pulau sehingga konsolidasi kesepahaman dan   kesiapan menjadi sulit untuk dilakukan. meskipun terasa sulit, namun model revolusi ini pernah diterapkan di Indonesia saat pertama kali Indonesia mendapat kemerdekaan pada 1945.
Namun model revolusi ini tidak serta-merta langsung menghadirkan kebaikan, pada kenytaannnya pencarian formasi yang pas bagi bayi yang baru lahir ini mendapatkan kendala dari berbagai ediologi yang berkembang saat itu. Hal ini diakibatkan perbedaan pandangan dari masing-masing pimpinan  dalam menerima format yang dihadirkan.  format perubahan yang masing-masing didiskusikan dan dijadikan usaha mufakat  dalam upaya menyatukan visi dan misi baru dalam tatanan baru format kenegaraan yang dihadirkan. Kesiapan dan Kebersamaan menjadi kunci keberhasilan. namun perubahan radikal akan berdampak pada sebuah kegoncangan yang memerlukan suatu pembiasaan yang terkadang terdapat sebuah ketidak selarasan sehingga pterdapat banyak gesekan.
Gesekan tersebut terjadi akibat perebutan kekusaan, dari sebuah kekosongan yang tidak dipersiapakan dengan baik. persiapakan  matang akan mengurangi gesekan dan  dapat dengan sendirinya menghilangkan gesekan akibat tidak terjadi kekisruhan yang berkjalan lama. revolusinya yang semacam ini jarang terjadi.  jika kita banding arab spings yang terjadi di penghujung akhir tahun 2011 hingga awal 2012   dari sekian banyak negara arab yang bergejolak hanya beberapa neagara arab yang langsung damai dan tidak terdengan terjadi konstalasi politik yang bekepanjangan.
dapat dilihat dari bagaimana Mesir dengan begitu kuatnya mengadakan Revolusi namun menjelang pertengah 2012 revolusi yang didambakan membawa perubahan yang baik namun pada akhirnya hanya menyisakan perebutan kekuasaan anatar militer dan sipil.  hal ini merupan sesuatu yang tidak mungkin di inginkan bagi orang-orang yang bermimpi untuk melakukan revolusi.
Mimpi kesejahteraaan tidak akan mungkin tercapai, kekisruhan kemerosotan moral hingga terjadinya kelaparan akibat tidak terkontrolnya pemerintahan  dan bahkan akan banyak darah yang tumpah akibat konflik kekusaan yang berkepanjangan adalah sesuatu yang tidak mungkin dipilih bagi kaum revolusioner yang tidak siap menjalankan mimpi yang direncanakan olehnya.
Namun dari sekian banyak kebijakan yang berdampak sistem tersebut akan menjadi jawaban yang baik jika kaum-kaum revolusioner berfikir secara matang dengan melihat bagaiman cara seorang dokter untuk mengobati pasiennya. seorang dokter lakyaknya seorang kepala negara atau seorang revolusioner yang dapat membawa warga negara berubah kearah yang lebih maju.  dengan cara mencari penyakitnya yang mengakibatkan kerusakan ditengah negaranya.
Sumber penyakit merupakan sumber segala kerusakan. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme merupakan biang keladi kerusakan sebuah negara. hal ini pernah digaungkan pemimpin reformis asal indonesia yang mencoba melakukan revolusi dengan jalan reformasi sesuai tatanan yang ada di negaranya tidak pernah dijalankan semenjah asas negara tersebut dibentuk. pada tahun 1998 pernah dirasakan oleh penduduk terbesar dia asia tenggraa yakni Indonesia,  melalui beberapa tokohnya yang  yang maju kemuka seperti Amien Rais, Gus Dur dan tokohlainnya mencoba mengembalikan sistem pemerintahan Indonesia sesuai dengan asas negaranya namun mengalami kegagalan setelah 12 revolusi dengan format reformasinya gagal.
Meskipun terdapat perubahan yang signifikan dan dapat dirasakan, namun perubahan  itu hanya berdampak sementara setelah reformasi bergulir keadaan politik kembali seperti semula. Mimpi reformasi ketatanegara yang kembali keasasnya hanya menjadi isapan jempol yang tidak pernah tercapai. akibat kerusakan atau penyakit yang tidak pernah disembuhkan dan bahkan dihilangkan.
Jika reformasi telah dilakukan dan tidak membawa hasilnya, mungkin masih ada satu jalan yang belum pernah di coba. yakni revolusi ala  negara tetangga dari Indonesia (Malaysia). dengan format revolusi damainya pemimpin negeri Malaysia saat ini telah memetik buah yang telah ditanamya sejak 1969. 


Friday, 9 August 2013

Goretan Malam

suatu ketika apakah kau pernah berfikir dikala kau kerap menjauh
menjauh pergi-mengisi hari
bercengkrama dengan manis
sambil berpose akrab menampilkan gambar-gambar yang melunturkan hatiku

kerap pula ku berkata
kapal tak akan pernah berlabu
terlalu jauh untuk bersandar
terlalu dangkal untuk menepi
atau kau memang tak pernah mau menepi

kau berjalan menuju samudra
tak menoleh walau sesaat
tak melambai untuk berpisah
terdiam dalam tak melihat
seakan acuh atau memang acuh tak merasakan

telah lama ku ungkapkan
namu selalu kau beri kebebasan
namun itu bukan jawaban
jawaban diam membuatku menangis
sedikit kesal atas tingkahmu

mungkin benar kata sahabatku
bagai ratu kau di kejar
sedikit sombong melihat seseorang
seakan kau yang utamadalam perjalanan waktu

pernahkah kau berfikir
terdiam dalam waktu
tak jelas menanti siang
hingga gelap datang membawa ketakutan

apakah memang rel berjodoh dengan kereta
terlihat berjodoh memang
namun tidak demikian
bagai rel diinjak kereta
hanya lalu langan tanpa berhenti
ditinggalkan dalam kesakitan
menanti untuk diinjak
hanya terdiam tak bergerak




Wednesday, 17 July 2013

Indonesia Tenggelam Kemunafikan



Berabad silam ketika peradaban eropa belum mencapai puncaknya Ibnu Khaldun telah meneliti tentang gerak suatu  perdaban dimana peradaban itu muncul berkembang hingga hancurnya  melalui berbagai tahapan dimana tahapan tersebut meliputi rekonsiliasi peradaban melalui kontrak sosial antar masyarakat  yang di barengi dengan rekontruksi persatuan kemudian melangkah maju  dalam persatuan hingga muncul kediktatoran yang menyebabkan kemunduran dan akhirnya menghilangkan peradaban yang diakibatkan hilangnya rasa kepercayaan yang telah dipupuk sejak kontrak sosial antar masyarakat tersebut dicetuskan.
Hal ini banyak terjadi di berbagai belahan dunia saat ini, Arab Spring misalnya. Berakhirnya perang dunia kedua menciptakan berbagai kontrak sosial di negara-negara arab, yang percaya bahwa melaui kebersamaan dan sistem ketatanegaraan yang dibangunnya secara bersama pasca perang, akan membawa negara kedalam equilibrium. Namun sejalan dengan perkembangannya, kemunculan diktaktor hingga banyaknya korupsi  ditubuh pemerintah dalam negara, pada akhirnya memunculkan gerakan-gerakan anti pemerintah.  Sehingga ke utuhan kontrak sosial mulai terganggu dan menghasilkan konflik hingga terjadi pengulingan rezim. Yang timbul akibat ketidak percayaan rakyat terhadap pemerintah.
Bercermin pada masa lalu, upaya persuasif pernah diupayakan  oleh rakyat Indonesia dalam rangka menciptakan kehidupan negara kearah yang lebih baik. Upaya perubahan dilakukan oleh rakyat Indonesia melalui jalan Reformasi dengan mengangkat kembali Kontrak Sosial yang dahulu di agungkan sebagai cara untuk membawa Indonesia menuju kemakmuran.
Namun ketika Reformasi bergulir, setelah gerakan ini berhasil mengulingkan rezim yang dinilai telah salah membawa negara dan telah melampaui batas dalam mengatur pemerintahan.  Rakyat Indonesia mulai dihadapkan kembali dengan luka masa lalu. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme kian terang-terangan  dinampakkan dalam layar kaca hingga banyak dari rakyat mulai merasa jenuh dan kian berandai-andai dalam ketidak pastian hidup akan kemana negara membawa mereka.
Tokoh nasional yang diharapkan akan membawa mereka kearah lebih baik tidak pernah membawa mereka kearah kebaikan, dan justru menampakan perselisihan serta persekongkolan yang digunakan untuk memperkaya diri mereka sendiri. Hukum yang diharapkan membawa keadilan seakan buta dan tidak mampu membawa keadilan atas vonis-vonis yang dilakukan pada penghinat persatuan negara. Hal ini di perparah dengan ketidak kondusifan kehidupan politik di negeri ini, Politik saling menjatuhkan yang pernah dilakukan oleh parpol di era awal orde baru di tahun 1970-an mulai terulang.  Saling jerat kesalahan, memperburuk citra parpol saingan hingga saling klaim atas kebaikan masing-masing parpol menambah bingung keadaaan rakyat.
Rakyat semakin terbebani  oleh berbagai permasalahan, kebutuhan pokok  berupa kesejahteraan ekonomi tidak kunjung tiba, ketidak percayaan akan pimpinan (pemerintah) meraja lela. Rakyat hanya dapat menahan amarah terdiam tegun menghadapi permasalahannya. Bagai bom waktu rakyat menunggu guncangannya. Bukan upaya persuasif dengan mengankat tangan menuntut di kembalikannya nafas negara  sesuai tujuannya. Namun tuntutan baru atas  bagaimana cara  negara membawa mereka kearah kesejahteraan yang diharapkannya.
Yusril Izamahendra pernah berkata didalam Indonesia Lawyer Club TV. One, tentang bagaimana negara yang baik membangun kehidupannya. Ketika negara dipimpin oleh individu yangbaik yang menciptakan lingkungan hukum yang baik maka orang yang didalamnya akan di paksa menjadi baik begitu juga dengan sistem atau lingkungan yang tidak baik maka orang yang didalamnya akan terpaksa menjadi tidak baik. Ia membandingkan dengan negara tetangga kita Singapura disaat orang indonesia datang ke Singapura maka orang Indonesia terpaksa menjadi baik  begitu sebaliknya ketika warga Singapura datang ke batam wilayah Indonesia maka iapun akan berprilaku sebagaimana orang di Indonesia.
Bom waktu tidak akan pernah menyala ketika rakyat menemui harapannya. Kepemimpinan bersih yang berhasil membawa kesejahteraan bagi mereka hanya muncul ketika ketegasan akan menajemen benar-benar terlaksana dan mengarah kepada kemajuan negara. Hingga akhirnya kepercayaan rakyat tidak pernah goyah dan menjadi kekuatan bagi negara untuk tetap eksis dengan cita-citanya.
Masa lalu mencatat, banyak asas di upayakan untuk mengokohkan kedaulatan rakyat melalui negaranya. Paham Nasionalis, Islamis hingga Sosialis pernah di upayakan dalam negara ini melalui para pengeraknya. Namun Pancasila dapat mempertahankannya hingga saat ini,  68 tahun sudah kontrak sosial yang pertama kali dicetuskan membawa Indonesia di alamnya. Dengan hanya menjadi pajangan berhala di tengah keong raksasa dan tidak pernah menampakan kesaktiannya. Kesaktian pancasila tidak pernah menjadi kekuatan dalam bernegara, hingga upaya mengalakan kehidupan negara dengan berpancasila  harus benar-benar dilakukan oleh rakyatnya.
Bukan terdiam dalam kemunafikan,  rakyat tertegun menjadi penonton kesakitan pancasila yang terkurung  dalam kemunafikan manajerial  ketidak sesuaian harapan awal cita-cita kehidupannya di tengah keong raksasa.  Pancasila bukanlah berhala ditengah kemunafikan sang penguasa, namun merupakan jiwa yang harus dihidupkan rakyatnya. Rakyat harus benar-benar menjadi pengontrol dirinya, dengan bermanunggal dalam berbineka. Karena oleh adanya rakyatlah negara ini tercipta.  Wakil rakyat bukan pengambil keputusan utama dalam setiap konsep penuh retorika. Namun rakyatlah yang harus bersua dan bergerak ketika terjadi kesalahan dalam kepemimpinan yang telah salah dalam membawanya.