Thursday, 23 June 2016

MASJID-MASJID TUA DI JAKARTA

Keberdaan masjid menjadi tanda berkembangnya Islam di suatu daerah, Memaknai kata Masjid yang merupakan Isim makan dari kata dasar Sajada yang diambil dari kata arab yang berarti Sujud. masjid menjadi tempat beribadah bagi tempat bersujud. transpformasi masjid dari tempat beribadah menjadi pusat perdaban islam telah dimulai sejak masjid-masjid didirikan ketika Nabi Muhammad, SAW. hidup. Masjid tidak hanya menjadi simbol peradaban islam tetapi juga sebagai simbol kekuatan spirit islam dalam membangun pradaban yang unggul dari masa kemasa.
Berjalannya waktu nun jauh dari tempat asal muasalnya  Islam telah tersebar hingga wilayah kepulauan nusantara. dengan membawa masjid sebagai identitas kebudayaan dalam bidang arstitekturnya.  tanah Jawa sebagai pusat penyebaran Islam di nusantara mulai muncul masjid-masjid diwilayah pesisir utara yang berdekatan dengan plabuhan dan pasar. hal ini juga menjadi tanda awal mula masuknya islam diwilayah kepulauan nusanatara. 
Salah satunya adalah diwilayah Jakarta, yang dahulu terkenal dengan sebutan Sunda Kelapa yang telah ada pelabuhana yang melayani perniagaan internasional sejak abad ke-13 dan 14,  yang merupakan nama dari pelabuhan di Jakarta itu sendiri. Aktifitas pelayaran diwilayah Jakarta berlangsung sejak lama itu diperkuat oleh cacatan Tome Pires diketahui bahwa pada abad ke-15 M telah ditangani pedagang-pedangan dari Sumatera, Malaka, Jawa, Madura juga tempat-tempat lain. adanya pusat pernaiagaan dan pelabuhan inilah yang diduga menjadi cikal bakal bertemunya masyarakat lokal dengan ajaran Islam, meskipun secara institutional islam di jakarta setelah kekelahan Portugis atas falatehan yang menyerang Sunda Kelapa Pada tahun 1527 M yang sejak kemenangan tersebut Jakarta diperintah oleh penguasa muslim. 
Kembalinya keuasaan islam dijakarta juga ditandai dengan berkembang psatnya islam sebagai agama penguasa, hadirnya masjid sebagai identitas kebudayaan islambanayak bermunculan diwilayah jakarta.yang secara tidak langsung memberikan gamabaran tentang bagaimana islam berkembang dijakarta sejah awal masuknya ditengah begitu minim cerita atauu sumber sejarah yang memberi berita tentang hal tersebut baik di babad cirebon, Sejarah Banten, Babad Banten dan Purwaka Caruban Nagari.  diantara masjid-masjid tertua di Jakarta yang menjadi sumber berita tentang cikal bakal kehadiran Islam dan sejarahnya di Jakarta sebagai berikut :

1. Masjid Alam Marunda
Tidak diketahui pasti tentang kapan masjid yang dibangun di Kampung Marunda Besar, Kec. Clincing Jakarta Utara. Berdasarkan cerita lisan bangunan masjid ini dibangun oleh Syarif Hidayatullah atau Fatahillah, yang menyatakan bahwa pendirian masjid ibni didirikan sejak abad ke-16 M . ada juga cerita yang menayatakan bangunan masjid ini didirikan oleh tentara mataram yang hendak menyerang ke Batavia pada abad ke-17 M. masjid ini memiliki empat tiang utama bergaya eropa dan memiliki lubang angin kramik berhias bungateratai berwarna biru muda yang mungkin berasal dari cina.

2. Masjid Alam Cilincing 
Sama dengan Masjid Alam Marunda, Masjid ini dibangun oleh Fatahillah pada abad ke- 16. masjid ini terletak di RT. 05/04 Cilincing.  diceritakan bahwa masjid Alam Cilincing ini merupakan masjid tempat dimana strategi perang tentara mataram diatur. 

3. Masjid Jami Al-Anwar
Masjid yang terletak di jalan Tb. Angke, Tambora ini memiliki arsitektur unik yang memadukan kebudayaan Arab, Jawa, Cina, dan Eropa. menurut cerita masjid ini dibangun tahun 1761 M. di bangun oleh muslim tatar yang tinggal di Tambora, Masjid ini pernah ditutup beberapa lama dan baru dibuka kembali pada tahun 1936 oleh penduduk setempat. 
4. Masjid Luar Batang
Masjid dibangun Sayyid Husein B. Abu Bakar dibangun tahun 1756M. masjid ini banyak dikunjungi oleh para peziarah yang di...

Friday, 11 March 2016

Masuknya Islam dan Perkembangnnya di Kepualauan Maluku

Ada tiga klasifikasi untuk menganalisa kedatangan Islam di Kepulauan Maluku, diantara kedatangan tersebut antara lain adalah karena perbedaan orang-orang yang menyebarkan islam dimaluku dan  wilayah penyebaran islam di wilayah Kepulauan Maluku.diantara orang-orang dan wilayah tersebut antara lain adalah :
a. Wilayah Maluku Utara
Seperti diwilayah lain di Indonesia ada perbedaan pendapat, tentang bagaimana dan cara Islam masuk wilayah tertentu terutama tentang siapa dan kapan terjadinya, untuk wilayah Maluku Utara sendiri setidaknya ada beberapa hasil penelitian sejarah yang  telah menceritakan teori penyebaran islam diwilayah Maluku Utara diantaranya :

  1. Menurut M. Saleh Putuhena, berdasarkan Tradisi lisan diwilayah tersebut yang disampaikan H. Abdul Habib Jiko dan M.A. Chan. Bahwa kedatangan Islam diwilayah maluku utara terjadi diakhir abad kedua Hijriah atau bertepatan dengan abad ke-8 M. kedatangan islam kewilayah ini dibawa oleh Empat orang Syeh Syiah  Irak yang pada waktu itu dikejar-kejar oleh penguasa Islam baik Abbasiyah maupun Ummayah. Diantara empat syeh Syiah tersebut adalah : Pertama, Syeh Mansur yang mengajarkan Islam di wilayah Ternate dan Halmahera muka, syeh tersebut setelah meninggalnya dimakamkan di puncak Gunung Gamalama. Kedua Syeh Yakub yang mengajarkan Islam di wilayah Tidore dan Makian,  Ketiga, Syeh Amin dan Keempat Syeh Umar yang mengajarkan Islam diwilayah Halmahera Belakang, Maba, patani dan daerah sekitarnya.namun Menurut Putuhena Syeh Ketiga dan Keempat kembali ke Irak. Perkembangan politik di wilayah ditimur tengah pada era tersebut diiringi dengan pergantian kekuasaan dari kekahalifaan Ummayah kepada Abbasiyah. Kekhalifahan yang baru dibawah Abu Djafar Al-Mansur (754-775 M) s.d. Harun Arrasyid (786-813 M) mengedepankan gerakan Pemurnian, Pradaban dan Kebudayaan  Islam daripada perluasan wilayah ditengah begitu luasnya kekuasaan Abbasiyah. ditengah program yang dilakukan oleh Abbasiyah ini banyak pengiriman mubaligh kewilayah luar arab dan ada juga ulama yang diasingkan dari wilayh arab.
  2. Menurut Naidah, dalam tulisannya Hikayat Ternate ia tidak pernah menceritakan ke-empat tokoh yang ditulis oleh Putuhena tetapi dia menuliskan Dafar Shadik dsebagai seorang keturunan Nabi Muhammad SAW. yang tiba di Ternate dari Jawa pada 6 Muharram 643 H/ 1250M ia dihubungkan dengan Mazhab syiah dan dihubungkan sebagai Imam ke enam Mazhab tersebut. Tokoh ini diceritakan menikah dengan putri Ternate yang bernama Nur Sifa dan dikaruniai emat orang anak diantaranya Mahsyur Malamo yang ditetapkan sebagai raja Pertama Ternate dan tiga orang adiknya yang masing masing menjadi raja Tidore, Jailolo dan Bacan. 
  3. Cesar Adep Majul, Ia berpendapat bahwa kedatangan Islam dibawa bersamaan waktunya dengan kejatuhan Majapahit sekitar tahun 1478 M, yang pada saat itu dibawa oleh para pedagang yang juga dsekaligus mempropagandakan agama.
  4. Antonio Golvao, ia menyatakan bahwa kedatangan islam di Ternate terjadi pada tahun 1460M bersamaan datangnya para peadagang asal Malaka, yang pada saat itu memiliki Jalur perdagangan Melalu Ternante, Sulawesi Utara Kemudian kekalimantan dan lalu ke Sulu dan kemudian kembali Ke Malaka. 
  5. Meiling Rulofzh, menyatakan bahwa kedatangan Islam dibawa oleh pedagang Melayu dan Jawa. Melalui perdagangan inilah Islam diterima. Oleh karena itu islam tidak memiliki pengikut yang banyak, hanya para penguasa dan sebagian kecil dari penduduk yang memeluk agama baru ini.
  6. Prof. Dr. Hamka. mencatat bahwa 17 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad. SAW. (650 M), para pedangan arab telah membawa cengkeh dan rempah-rempah kepelabuhan-pelabuhan diteluk Persia (pelabuhan Irak), untuk diperdagangnkan di Eropa yang pada saat itu Cengkah dan rempah-rempah lainnya adalah komoditas yang mahal. disinyalir amat memungkinkan para pedagang yang mencari cengkeh menikah dengan wanita lokal lalu pulang kembali atau meninggal. sekianlamanya tidak ada pemupukan islam disinyalir membentuk kembalinya kepada suasana agama lamanya.
Pada kenyataanya jalur perdagangan rempah yang dikenal sebagai  Sapace Route antara Arab, Persia,  India ndan China. Hal ini menguatkan sinyalemen yang dikemukakan Hamka, ditambah dengan cerita dalam Hikayat Ternate yang menyatakan mereka adalah keturunan Arab yang menjalih hubungan dagang tahun 470 H dan 502 H atau abad ke 11 dan 12 M. yang diperkirakan terjadi sekitar 150 tahun sebelum kedatangan Djafar Shadik  

b. Maluku Tengah

Setelah Maluku Utara berita kedatangan Islam berikutnya adalah kewilayah Maluku Tengah diantaranya adalah oleh :
  1. Imam Ridjali yang meneliti tentang Hikayat Tanah Hitu, pada tahun1470 M telah terjadi hubungan dagang antara Tanah Hitu dengan Jepara di Jawa. pada Tulisannya mpat Perdana ke Empat dibawah Pimpinan Perdana Djamilu (Perdana Tanahitumessing) telah mengutus  orang untuk melakukan perjanjian dagang ke Jepara kepada pangeran zJepara yang bbernama Nyai Bawang kemudian beberapa orang Hitu datang untuk belajar Hukum Islam ke Jawa. berdasarkan tradisi lisan setempat, Ridjali  menyebutkan bahwa syekh Maulana Abubakar Nasidik dati Tuban menjadii Imam dan Penguasa pertama Hitu. jazirah leihitu berkembang beriringan dengan kedatangannya para pedagang dari Arab dan Persia yang datang bertujuan untuk berdagang dan juga berdakwah. Tradisi  lisan di Hitu juga menceritakan tentang adanya dua naskah yang bertuliskan tahun angka 1234 M gtentang cerita nabi dari mulai kelahiran hingga wafatnya dan hukum perkawinan. yang memformulasikan tentan keberdaan kelembagaan islam dalam Kerajaan Hitu.
  2. Paramitha S. Abdurrahman, pada bukunya Peninggalan-Peninggalan yang berciri Portugis di Ambon menceritakan hubungan erat antara Hitu dan ternate sejak terjadinya kerjasama anatar Perdana Empat (Perdana Putih) melakukan perjalanan ke jawa opada tahun1500 M yang pada kesempatan tersebut juga bertemu dengan raja Ternate.
  3. FE. Cooley, berpendapat kedatangan Islam di maluku tengah bersamaan dengan Meluasnya kekuasaan Ternate dan Tidore diutara pada tahun 1480 M. hal ini berdampak pada pengakuan atas kekuasaan ternate dan tidore diwilah pesisir utara kerajaan-kerajaan di pesisir maluku tengah seperti, Hitu di Ambon, Hatuhaha di Haruku dan Iha di Saparua.
  4. Cerita Rakyat  setempat yang disampaikan pemangku adat yang bernama H. Umar Tuasikal menyatakan bahwa masuknya agama Islam ke Pulau Haruku dibawa oleh Aulia yang datang dari Hejaz pada masa dinasti Ummayah. yang datang melalui bahtera hingga sampai ke Pulau seram kesebuah tempat yang sekarang beranama Nunusaku. Aulia tersebut tidak diketahui namanya hanya gelar terus diingat diantaranya : Upu Nusa Barakate, Upu Matuan, Upu Maoirau, Upu Awale Adam, Upu Haumateleto, Upu Mantura, Gelar-gelar tersebut merupakan gelar yang memiliki makna tertentu dalam pemujaan. pada cerita tersebut dikatakan Aulia tersebut merupakan keturunan Ali Bin Abi Thalib dari Garis Husein. disamping itu terdapat dua tokoh yang terkebnal dalam penyebaran islam di daerah Hatuhaha yakni Pandhita Pasa dari Aceh dan Pandhita Mahu dari Gresik dua tokoh ini makamnya di keramatkan bagi penduduk Uli Hatuhaha.
Pada perkembangannya perjalanan syariat islam ditengah masyarakat Maluku Tengah Pualu Hatuhaha dan wilayah Ternate banyak berbau ajaran Syiah.

c. Maluku Tenggara
pada  dasarnya kedatangan islam ke Kei tak ubanya terjadi seperti kerajaan-kerajaan islam diwilayah maluku lainnya. islam masuk di Kei sekitar tahun 1500 M. menurtut penelitian J.A. Patikaihattu dan kawan-kawan menyatakan bahwa agama Islam mulai dipeluk oleh orang Kei Kecil mula-mula dari negeri Dullah. hal itu diperkuat dari cerita rakyat Kei Kecil bahwa para penguasa negeri dullah merupakan keturunan dari Maluku Utara "Tidore". Untuk daerah Kei Besar dibawa Eleh Abu Rabu yang bersal dari Bukit Tinggi. Ia mula-mula memasukan islam dari wilayah Lauggiar -Fer.  Untuk Wilayah Pulau Band, Kedatangan islam ke Banda bukann dibawa oleh para Mubaligh ke Pulau banda tetapi merupakan hasil intraksi yang dilakukan dari orang-orang Banda sendiri terhadap Islam yang pada zaman dahulu memilikiarmada laut untuk membawa komoditas rempah untuk didagangkan ke Ternate, Hitu, Makasar Hingga Gersik. hal ini dapat dilihat dari bukti asimilasi islam dalam kehidupan rakyat  Banda, sepertihalnya pada perayaan Maulid Nabi 12 Robiul awal. Dimana banyak dari penduduk Banda membawa hasil panen untuk digantung didepan masjid. Upacara perayaan ini dimulai melalui pembacaan doa syukur dan kemudian dilanjut dengan pembacaan Barzanzi yang berisikan tentang kisah kelahiran hingga wafatnya Nabi Muhammad SAW.   

Source :
R.Z. Leisesa DKK. Sejarah Kebudayaan Maluku, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI Jakarta, 1999.

Sunday, 17 January 2016

Hikayat Perang Sabil


Hikayat-hikayat perang sabil ditulis dalam bahasa Aceh, adapun kutipan yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dari sebagian kecil hikayat-hikayat perang sabil tersebut adalah sebagai berikut : 

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah khaliqul asyya', segala hal ciptaan Rabbi
Arasy kursi surga neraka, semua langit dunia dan bumi
Kemudian selawat salam hamba, kepada junjungan penghulu Nabi
Kepada waris bersama sahabat, termasuk sekalian Muhajir Anshari 

Setelah selesai puji selawat, berilah hidayat hamba yang fakir
Insya Allah dengan tolong Tuhan, hamba berkabar hal perang sabil
Kabar kitab hamba kan karang, biarlah kukarang yang mana jadi
Hamba perbuat atas kebajikan, mudah-mudahan pahala diberi... 

...Jikalau kacau serta salah, janganlah marah pada fakir ini
Aku menulis di pihak Allah, semata-mata karena Illahi
Wahai tuan adik dan abang, jangan hindari berperang sabil
Jangan hitung para hulubalang, sudah dirasuki jin dan pari
Wahai tuan dunia akhir, agama tak lagi di segala negeri 

Semua ulama berdiam diri, akan perang kafir tiada perduli
Lidah ulama semau lah kelu, tak lagi perduli kerja perang sabil
Melainkan yang ada dengan izin Allah, Tengku di Tiro mewakili Nabi
Ulama lain di setiap negeri, berdiam diri tiada perduli
Mereka sangka dapat lepas, ketika diperiksa di hari nanti 

Pada hari menghadap Allah, takkan lepas wahai sayidi
Demikian dikatakan dalam kitab, firman Alllah dengan hadith Nabi
Wahai tuan adinda sahabat, firman Hadarat Tuhanku Rabbi
Dari semua ibadat yang ada, yang terlebih mulia berperang sabil
Kutipan hadith tak hamba baca, hanya makna tertulis disini 

Untuk peringatan jaga-jaga, barangkali lupa semua akhi
Wahai tuan baik-baik fahami, bukan tak menentu yang kukabari
Sengaja kuambil uraian ini, dari Mathirilgharam kitab perang sabil
Didalam Al-Qur'an diriwayatkan, firman Hadarat Tuhanku Rabbi
Beserta hadith pemimpin umat, sungguh jangan lupa wahai akhi 

Hadith Nabi sangat sekali saheh, tak ada jalan lari dari perang sabil
Imbalan diberi tanpa alasan, memang lah tersedia surga nan tinggi
Demikian didapat disetiap kitab, utama ibadat memang perang sabil
Dengarlah tuan kubaca ayat, firman Hadarat Tuhanku Rabbi 

Surga untuk mereka. Meraka berperang pada jalan Allah,
Lantas mereka membunuh atau terbunuh.
Itulah janji Allah yang pasti di dalam Taurat, Injil, dan Quran.
Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah ?.
Sebab itu bergembiralah kamu dengan perjanjian yang telah kamu ikat itu.
Dan itulah kemenangan yang besar.
Agar sangat dimuliakan wahai sayidi, kita dibeli Rabbul Karim,
Sebagai harganya surga nan tinggi.
Siapa menyerahkan nyawa dan harta, dibelanjakan pada perang sabil... 

...Kemana pergi wahai sahabat, memanglah kita kan wajib mati
Seperti firman dari Hadarat, dalam ayat terlihat bukti
Dimana juga kamu berada maut itu pasti menghampiri,
walau kamu berada dalam benteng yang tinggi, kuat dan kokoh
Walau sembunyi di peti besi, mati takkan bisa dihindari
Demikianlah kukatakan lelaki pujaan, semua ingat masing-masing diri... 

...Jikalau mati di kamar tidur, keadaan terdesak tiada terperi
Sangat sakit nyawa diambil, yang bukan terkena senjata kafir
Biar dalam saf perang waktu dihantam, biar terlentang membunuh kafir
Wahai tuan adinda yang berbahagia duduk termenung janganlah lagi... 

...Dipihak kita wahai saudara, melawan kafir bimbang di hati
Demikian Tuhan memberi anda, mengapa tuan syak di hati
Ya Allah Wahidul Qahhar, Rabban Ghafurun Tuhanku Rabbi Berilah hamba ketetapan hati, melawan Belanda kafir harbi
Wahai adinda semua saudara, wahai tuan jangan berdiam lagi... 

...Saksi hamba adalah Allah, Rasulullah Penghulu kami
Ketiga dengan tuan guru payung hamba, itulah tiga menjadi saksi
Takkan hamba ubah yang telah terucapkan, takkan hamba inginkan dunia ini
Seusai sang bintang timur, disembahnya tuan guru jari dan kaki
Bangkit ia segera berlalu, heran guru bibir terkunci... 

...Yang dahulu wahai buah hati, tak pernah kafir ke pulau Ruja
Saat ini sudahlah kesampaian, telah datang kafir mengantar surga
Begitulah kukatakan istri pujaan, semua kita berbahagia raya
Zaman ketika nenek moyang kita, tiada pernah begini wahai bintara
Setelah zaman dahulu kala, masih ada Nabi Sayidil Anbia 

Semenjak itu tak pernah lagi berperang sabil, karunia Rabbi kini baru ada
Tuhan kita Rabbul 'Izzah, amat mengasihi semua hamba
Diberi jalan yang besar sekali, jalan pulang ke dalam surga
Wahai teungku raja bahagia, jangan lagi tergiur berniaga
Jika tidak memerangi seteru Allah, sesal kemudian putus asa 

Hai teungku yang bangsawan, firman Tuhan lahir nyata
Patuhlah kepada ayat-ayat Qur'an, firman Tuhan Rabbul A'la
'Jika kamu tiada mau berperang, niscaya Allah menyiksamu dengan azab yang pedih
dan Dia akan menukar kamu dengan kamu yang lain'
Itulah firman wahai buah hati 

Dijatuhi siksa bukan kepalang, yang tidak memerangi kafir Belanda
Itulah yang kukatakan wahai abang, hai saudara bukan main-main lagi
Sebelum diberikan pengganti lain, jangan hindari semua perkara
Jika kita tak mau melaksanakan, disuruh yang lain lawan Belanda
Misal kisah Ashabi Fil, ketika Nabi belum lahir di dunia... 

...Begitulah Allah membuat kita suka, mengapa tidak juga memerangi Belanda
Hai teungku adik buah hati, tak ada tandingan perang Belanda
Niatkan saja melawan kafir, dosa tidak lagi pada anggota
Turun dari rumah sebuah langkah, niat pergi memerangi Belanda
Segala dosa habislah sudah, ibarat budak baru dilahirkan... 

...Diberi pahala oleh Tuhan, sepuluh budak diberi merdeka
Begitulah diberi hai buah hati, sekali membedil atas Belanda
Jika banyak seteru dibedil, coba pikir berapa banyak pahala
Pergi ke tanah Arab hai lelaki pujaan, kita merugi dengan harta
Kita berada disana beribu hari, tidak hai adik sama pahala... 

...Satu malam yang ini seribu yang lain, sungguh sangat lebih Tuhan karunia
Ini lain lagi yang sangat terlebih, satu saat tegak dalam perang
Perang lawan kafir satu saat, itulah yang terbaik dari yang pernah ada
Lebih dari Lailatul Qadar, demikian sabda Nabi kita
Satu saat ini semalam yang lain, sungguh sangat lebih hai saudara... 

...Jihad itu wajib atas kamu, maknanya demikian hai saudara
Memerangi kafir fardhu 'ain, yakinlah semuanya
Begitu hadith Sayidil Mursalin, Muhammad Amin pelita dunia
Wahai kaum wajib fahami, sendi Islam tiga perkara
Pertama Syahadat, kedua Sembahyang, ketiga Memerangi Kafir 

Jika tidak demikian kurang imbang, percaya abang hadith Mustafa
Sungguh wajib di masa ini, sebab negeri diduduki Belanda
Jangan lagi berdiam diri, menyesal nanti dalam neraka
Jangan percaya orang alim, jika tak mau melawan Belanda
Meski mampu terbang bak burung, jangan abang mempercayainya 

Jangan disitu anda warisi ibarat, orang alim yang sudah setan perdaya
Cari dalih dalam berniaga, ringggit ditabung satu dua
Ayat menganjurkan perang hirau tiada, hati gelap mata pun buta
Cari jalan dekat dengan kafir, ulama jahil setan perdaya
Itulah ilmu ia ketahui, suruh Rabbi dilupakannya 

Dirinya enggan orang lain tak disarankan, tunggulah dipendam dalam neraka
Dikira dapat melepaskan diri, di hari nanti depan Rabbana
Semisal hadith Nabi kita, dengarlah teungku semua
Man katana 'ilman al-janahu'llahu ta'ala bilujamin mina'naari
Barangsiapa menyembunyikan ilmu Allah, disumpal ke mulut api neraka 

Itulah hadith Rasulullah, disampaikan kepada ummat semua
Yang percaya mendapat tuah, yang mengubah mendapat hina
Agama kurang perniagaan punah, menyata sudah akhir dunia
Para ulama hanya memikirkan menerima upah dan pusaka
Berdiam di kampung dalam keseronokan, suruhan Tuhan disepikan saja 

Dalih dicari berbagai cara, agar tak serta dalam perang Belanda
Jalan sabil semestinya, disambut lekas serta-merta
Jika tidak demikian, tunggulah dipanggang dalam neraka
Mendapat siksa yang amat pedih, yang tak mau memerangi Belanda
Sekalipun ia raja Quraisy, walau ahli-ahli Sayidil Anbia 

Teungku kini telah dikecoh setan, memandang sepi perang Belanda
Merasa lebih tinggi dari Nabi yang memerangi musuh sepanjang masa
Kukatakan ini umpama, anak negeri tua-muda
Guru tercinta adik-abang, kita dan orang lain tiada beda
Jangan kecewa dengan perkataanku, banyak begitu yang ulama 

Sebelah timur sampai Peusangan, tiada yang mengimani kalam Rabbana
Banyak ulama dikaruniai Tuhan, kitab Qur'an bagai air bah
Banyak jumlahnya sedikit yang menghayati, takut menghadapi kafir Belanda
Jarang-jarang yang beriman tangguh, hanya dialah lain tiada... 

...Disuruh ibadat tak pernah alpa, memerangi kafir tiada reda
Ibadat utama hanya perang sabil, tiada yang lain padanannya
Firman tuhan Rabbul Jalil, hadith Nabi Sayidil Anbia
Jalan terbaik menghadap Rabbi, hanya perang sabil lain tiada
Begitu wasiat Sayidil Anbia, disuruh lawan kafir Belanda... 

...Jangan lagi demikian wahai taulan, menjadikan rekan kafir Belanda
Kafir celaka harus dilawan, musuh Tuhan dengan Mustafa
La Ilaha Illallah, kembali kisah ujung ayat
Muhammad Rasullah, sungguh indah perang dibangkit
Tak ada yang sama suatu pun, dengan perang sabil wahai sahabat... 

...Wahai saudara adik dan abang, dengan dagangan jangan lalai amat
Walau banyak gedung emas berpeti, sendirian kita di dalam kubur
Jika bukan mati di dalam perang, wahai abang sakit amat
Sembilan ribu bala yang datang, kesakitan nyawa dalam jasad
Satu persatu bala itu diberi, seribu kali ditetakan yang kuat 

Dihantam pedang seribu kali, pikirkan akhi menderita sangat
Sembilan ribu yang seberat itu, datang ke situ menyiksa jasad
Adakah sakit lebih dari itu, hai budiman camkan sangat
Mati dalam perang Sabilillah, teungku bertuah senanglah sangat
Tamsil minum selagi haus, seolah begitu hanyut lezat... 

...Bukalah semua hidayat, setiap tempat kafir diperangi
Kalahkan dengan cepat, dengan mukjijat Penghulu Nabi
Beserta doa segala sahabat, yang yakin amat dengan perang ini
Berkat doa segala Syaikh, semoga menyingkir kafir ini
Tamat hikayat hari selasa, waktu dluha naik matahari 

Tarikh seribu tiga ratus, lagi dua puluh hijrah Nabi
Dua puluh tujuh bulan Muharram, hamba selesaikan o ya sayidi
Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada sebaik-baik ciptaan-Nya
Muhammad dan para keluarga serta sahabat beliau sekalian
Ya Tuhan Rabbal 'Alamin.
Amin..
Blum selesai

Tuesday, 25 August 2015

ANTARA KEBENARAN DAN TUNTUTAN HIDUP

Apa yang anda pikirkan ketika anda berlaku baik
bukankah akan ada kedamaian?
ya... kedamaian
dimana tak ada perasaan bersalah akan sesuatu yang telah anda dilakukan
kebenaran menuntun pada rasa keadilan
menenangkan jiwa

Namun apakah semua akan berjalan semenenangkan apa yang anda pikirkan
saat benturan akan keadaan membuat diri anda berlaku bohong
membohongi diri akan kebenaran
akan ketidak yakinan hati
dan ketidak percayaan hidup

pernahkah anda melawanya dengan kata "Tidak"
lalu kemudian ber ucap dengan lantang ini adalah kesalahan
bukan kebenaran yang harus anda lakukan

apakah rasa akan terasingkan membawa hidup anda pada titik nyaman
akan kebenaran hidup
prasaan hati tidak akan mengelak akan kebenaran
kebenaran akan ucapan
kebenaran akan tindak
kebenaran akan kehidupan

jika kenyamanan menggelapkan hati anda akan terangnya kebenaran
maka pertanyakan pada hati anda
sejauh mana anda akan begerak
lalu teriakan bahwa anda benar-benar "nyaman" akan hidup anda.

NOMOR KONTAK BASARNAS DAN ZONA WILAYAH BASARNAS



ZONA WILAYAH BASARNAS



ALAMAT DAN NOMOR TELEPON BASARNAS
Lokasi Kantor SAR
Alamat
Telpon
Fax
BASARNAS Pusat
BALAI DIKLAT
Jl Angkasa B 15 Kav 2-3, Kemayoran, Jakarta Pusat
+6221-65867510
+6221-65867511
+6221-65701184
+6221-65867512
+6221-65701184
Jakarta
Bandara Soekarno Hatta, Gedung 628, Tangerang Banten
+6221-5501512
+6221-5501512
Banda Aceh
Jl Sultan Maliki Saleh Lhong Raya, Banda Aceh
+62651-33876
+62651-7410234
+62651-21324
+62651-21327
+62651-33876
Medan
Jl Bunga Sedap Malam No.9
+6261-4553111
+6261-8225111
+6261-4569040
+6261-8225111
Padang
Jl By Pass KM 25 Anak Air Batipuh, Padang
+62751-484763
+62751-484533
+62751-484767
+62751-484534
+62751-484533
+62751-484764
Banjarmasin
Jl A Yani KM 28,5 Banjarbaru, KalSel
+62511-4707856
+62511-4707911
+62511-4707881
+62511-4707856
+62511-4707911
62511-4707881
Pekanbaru
Jl Bandara Sultan Syarif Qasim II Pekanbaru, Riau
+62761-674821
+62761-676758
+62761-679991
+62761-676758
+62761-674818
+62761-679991
Ambon
Jl. Dr. J. Leimena, Hative Besar - Ambon 97236
+62911 - 323744
+62911 - 323782
Palembang
Jl Akses Bandara S.Mahmud Badaruddin II Palembang
+62711-355111
+62711-418372
+62711-417602
+62711-357494
Timika
Jl. Yos Sudarso Km. 5 Timika - Papua
+62901-3125190
+62901-3125189
Manado
Jl. Worang ByPass Manado-Bitung, Desa Kaasar Kecamatan Kauditan

Kabupaten Minahasa Utara
+62438 - 51995
+62438 - 52189
Lampung
Jl. Alamsyah Ratu Prawira Negara KM. 27
Bandara Raden Inten II Lampung Selatan - Lampung
+62721 - 7697027
+62721 - 7697026
Pontianak
Jl. Adisucipto KM. 15,6 Kab. Kubu Raya Kalimantan Barat
+62561 - 721234
+62561 - 721234
Bandung
Jl. Raya Bandung - Garut KM. 27, Desa Sindang Pakuon, Kab. Sumedang – Jawa Barat
+6222 - 7780437
+6222 - 7780437
Gorontalo
Jl. Pangeran Hidayat II Kel. Pulubala Kec. Kota Tengah Kota Gorontalo
+62435 - 828469
+62435 - 828469
Source :
www.basarnas.go.id
https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_SAR_Nasional



Monday, 24 August 2015

APA ITU BASARNAS

Beberapa tahun belakangan Indonesia sering tertimpa bencana dan musibah yang banyak mengeluarkan tangis air mata bagi korban yang tertimpa. Terlebih bagi korban yang tertimpa musibah bencana hingga berhari-hari terutama akibat hilangnya nyawa atau tidak ditemukannya jasad korban.

Ditengah keadaan itu, amatlah diperlukan tim penolong yang menjadi ujung tombak kepastian korban untuk dapat terselamatkan atau tertolong.  Akhir-akhir ini juga keberdaan tim penolong tersebut mulai dikenal masyarakat, hal ini didorong peran media yang memberitakan pencarian yang dilakukannya. Tim penolong tersebut adalah BASARNAS yang merupakan kepanjangan dari (Badan SAR Nasional). 

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai Basarnas, penulis mencoba mengenalakan Basarnas kepada khalayak apa itu Basarnas :

Basarnas lahir dari kebutuhan penting akan sebuah lembaga penolong yang di akomodasi pemerintah sebagai pengatur regulasi administratif disuatu negara. Hal ini merupakan jawaban terhadap penyebutan bagi negara yang tidak memiliki organisasi SAR, dengan penyebutan "Black Area" bagi suatu negara yang tidak memiliki organisasi SAR.

Dengan berbekal kemerdekaan, maka tahun 1950 Indonesia masuk menjadi anggota organisasi penerbangan internasional ICAO (International Civil Aviation Organization). Sejak saat itu Indonesia diharapkan mampu menangani musibah penerbangan dan pelayaran yang terjadi di Indonesia.

Sebagai konsekwensi logis atas masuknya Indonesia menjadi anggota ICAO tersebut, maka pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 1955 tentang Penetapan Dewan Penerbangan untuk membentuk panitia SAR. Panitia teknis mempunyai tugas pokok untuk membentuk Badan Gabungan SAR, menentukan pusat-pusat regional serta anggaran pembiayaan dan materil.

Sebagai negara yang merdeka, tahun 1959 Indonesia menjadi anggota International Maritime Organization (IMO). Dengan masuknya Indonesia sebagai anggota ICAO dan IMO tersebut, tugas dan tanggung jawab SAR semakin mendapat perhatian. Sebagai negara yang besar dan dengan semangat gotong royong yang tinggi, bangsa Indonesia ingin mewujudkan harapan dunia international yaitu mampu menangani musibah penerbangan dan pelayaran.

Dari pengalaman-pengalaman tersebut diatas, maka timbul pemikiran bahwa perlu diadakan suatu organisasi SAR Nasional yang mengkoordinir segala kegiatan-kegiatan SAR dibawah satu komando. Untuk mengantisipasi tugas-tugas SAR tersebut, maka pada tahun 1968 ditetapkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor T.20/I/2-4 mengenai ditetapkannya Tim SAR Lokal Jakarta yang pembentukannya diserahkan kepada Direktorat Perhubungan Udara. Tim inilah yang akhirnya menjadi embrio dari organisasi SAR Nasional di Indonesia yang dibentuk kemudian.

Pada tahun 1968 juga, terdapat proyek South East Asia Coordinating Committee on Transport and Communications, yang mana Indonesia merupakan proyek payung (Umbrella Project) untuk negara-negara Asia Tenggara. Proyek tersebut ditangani oleh US Coast Guard (Badan SAR Amerika), guna mendapatkan data yang diperlukan untuk rencana pengembangan dan penyempurnaan organisasi SAR di Indonesia.
Perkembangan BASARNAS tidaklah seperti membalikan telapk tangan hingga berbentuk mapan seperti saat ini. Sejak tahun 1950 Basarnas bertranspormasi melalui perubahan nama bagi lembaga ini juga atas wewenang dan peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah.
Berdasarkan hasil survey tersebut ditetapkan Keputusan Presiden Nomor 11 tahun 1972 tanggal 28 Februari 1972 tentang pembentukan Badan SAR Indonesia (BASARI). pada tahun 1979 melalui Keputusan Presiden Nomor 47 tahun 1979, Pusarnas yang semula berada dibawah Basari, dimasukkan kedalam struktur organisasi Departemen Perhubungan dan namanya diubah menjadi Badan SAR Nasional (BASARNAS).
Berdasarkan kajian dan analisa kelembagaan, sesuai dengan perkembangan dan tuntutan tugas yang lebih besar, pada Tahun 2007 dilakukan perubahan Kelembagaan dan Organisasi BASARNAS menjadi Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND), yang diatur secara resmi dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2007 tentang Badan SAR Nasional. Sebagai LPND, BASARNAS berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Pada Perkembangannya, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 39 tahun 2009, sebutan LPND berubah menjadi Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK), sehingga BASARNAS pun berubah menjadi BASARNAS (LPNK).

Sebagai LPNK, BASARNAS secara bertahap melepaskan diri dari struktur Kementerian Perhubungan. Namun hingga Tahun 2009, pembinaan administratif dan teknis pelaporan masih melalui Kementerian Perhubungan. Selanjutnya per Tahun 2007 BASARNAS (LPNK) akan langsung bertanggung jawab ke Presiden melalui  Sekretariat Negara (Setneg).


Source :
Website basarnas versi 1, www.basarnas.go.id

Tuesday, 4 August 2015

Menengok Cahaya Islam di Teluk Bintuni Utara, /Minoritas Muslim Papua




 Masjid Tomu

Membicarakan Papua Barat, pada umumnya masyarakat akan menyebutkan Sorong sebagai kota  besar yang ada di bagian barat Pulau Papua wilayah Indonesia meskipun Manokwari sebagai Ibu kota  Provinsinya dan Fak-fak sebagai kabupaten yang di dominasi penduduk yang beragama Islam, maklum adanya  Papua terkenal dengan wilayah Indonesia yang penduduknya mayoritas beragama Kristiani. 
                                       
Namun ketika dipaparkan sembilan kerajaan Muslim Papua Seperti : Kerajaan Waigeo, Kerajaan Misool, Kerajaan Salawati, Kerajaan Sailolof, Kerajaan Fatagar, Kerajaan Rumbati yang terdiri dari (Kerajaan  Atiati,  Sekar, Patipi, Arguni, dan Wertular),  Kerajaan Kowiai /Namatota, Kerajaan Aiduma dan Kerajaan Kaimana. Masyarakat akan bertanya-tanya apakah benar di Papua ada kerajaan-kerajaan muslim? Sejak kapan muslim masuk wilayah Papua? Dana bagaimana keadaan muslim papua saat ini ?

Berdasarakan sumber tradisi lisan dari keturunan-keturunan raja-raja di Raja Ampat-Sorong, Fak-fak, Kaimana dan Teluk Bintuni-Manokwari. Islam masuk ke tanah papua jauh sebeklm agama lain masuk kewilayah ini.  Dipercaya Islam masuk ke wilayah Papua sejak pertengahan abad ke- 15 M ditandai dengan  datanganya Mubaligh asal Aceh yang bernama Abdul Gafar pada tahun 1360 M yang berdakwah selama 14 tahun hingga ia wafat ditahun 1374 M  yang kemudian dimakamkan di belakang masjid Kampung Rumbati tahun 1374 M.

Namun yang menjadi kepercayaan umum, kehadiran Islam di tanah Papua dipengaruhi oleh keberadaan jalur perdagangan rempah-rempah dari wilayah Indonesia-Timur hingga kebelahan dunia barat dan juga dipengaruhi dengan adanya eksistensi keberadaan Kerajaan Islam Ternate, Tidore dan Bacan  di barat pulau papua yang menyebarkan Islam  ke wilayah Papua kehususnya wilayah pesisir bagian barat pulau Papua pada perengahan abad ke-15. Membicarakan sejarah panjang Islam Papua tidaklah cukup untuk diceritakan dalam satu atau dua buku karena sedikitnya sumber tertulis yang menceritakannya.

Menginat perjalanan saya ke tanah Muslim Papua khususnya wilayah Kabupaten Teluk Bintuni bagian Utara terhitung sejak akhir Januari hingga akhir Februari 2015, Begitu mengagumkan memang ketika saya pertama kali menginjakan kaki di tanah ini, dengan keadaan iklim yang tidak begitu panas,  langit biru yang begitu cerah, tak ada lalu-lalang kendaraan dengan asap kenalpotnya, hingga hutan Bakau begitu asri dan luas hingga diakui dunia  pada pertengahan bulan Februari 2015 lalu, hasil panen udang begitu berlimpah sepanjang tahunnya, dan keramahan warga asli Papua dalam menerima tamunya. Merupakan  kenangan yang tak terlupakan bagi saya.

Satu kalimat yang tertanam di dalam benak saya dan terkenang hingga saat ini.  Ketika salah seorang penduduk asli Papua mengatakan bahwa masyarakat Papua secara Philosofis  dapat dikatakan layaknya sebuah pohon sagu yang berduri dan kasar namun  dibalik kasarnya pohon terdapat halusnya sagu yang begitu lembut.  Keramahan masyarakat Papua muslim dalam menerima tamu merupakan pengalaman pertama yang saya dapatkan di tengah masyarakat asli Papua.

Dalam dunia pendidikan Islam, begitu jarang ditemui sekolah berbasis Islam di wilayah ini. Selain Perguruan Muhammadiyah Bintuni yang membuka jenjang Pendidikan TK Hingga SMA sejak tahun 1974. Usia yang cukup lama bagi Muhammadiyah dalam menerapkan amal usahanya di wilayah Bintuni. Keterbatasan jarak antar kota yang begitu jauh dan minimnya sarana pendidikan islam merupakan salah satu alasan yang menghambat pembangunan pradaban Islam, meskipun secara historis sudah sejak lama Islam hadir di wilayah ini.

   Masjid Babul Jannah Taroi, Tomu Teluk Bintuni

Keberadaan Masjid merupakan bukti adanya geliat muslim di wilayah Papua Barat, setidaknya dalam perjalanan  ini saya menghampiri tiga distrik yang dua diantara dihuni oleh mayoritas  penduduk yang beragama muslim dan satu distrik yang jumlah muslimnya sudah jauh berkurang. Di antara ketiga distrik tersebuat antara lain adalah : Distrik Tomu, Distrik Weriagar dan Distrik kamundan.

Begitu senang hati ini, ketika satu persatu distrik saya hampiri. Terdapat  bangunan Masjid yang berdiri, suatu pemandangan yang menyejukan hati. Pemandangan masjid cukuplah mencolok mata karena bangunan masjid amatlah berbeda dengan bangunan yang ada disekitarnya. Bangunan masjid yang saya temui tidaklah berbeda dengan masjid-masjid yang ada di jawa dengan atap tumpang dan mimbar kayu  dengan ukiran  bercampur kaligrafi Islam sederhana yang menghiasasi beberapa bagiannya.

Namun setelah beberapa saat tinggal di pesisir Utara Teluk Bintuni ini, saya rasakan keadaan yang cukup berbeda. Meski bangunan masjid begitu kokoh, Jumlah populasi muslim di tiga distrik disana  yang dua diataranya merupakan penduduk yang mayoritas beragama muslim amat berbalik keadaan dengan jumlah jamaah pada setiap ibadah sholat Jumat dilaksanakan. Kaderisasi Islam yang tidak begitu berjalan dengan baik menyisakan sepinya masjid-masjid.  Ditambah kurangnya ustad yang dapat memberikan pengajaran tentang  Islam.

Setidaknya ada upaya-upaya dilakukan oleh organisasi-organisasi islam mengirim para guru agama kewilayah terpencil seperti tiga distrik yang saya kunjungi ini. Namun ketidak berlanjutan pengiriman mengakibatkan terputusnya upaya penguatan dakwah islam di kalangan masyarakat muslim Papua. Hal ini disampaiakan salah satu penduduk ketika ia menceritakan bagaimana peranan ustad amat dibutuhkan, ketika ustad ada masjid akan ramai dan makmur dengan kegiatan, namun ketika ustad pulang dan tidak ada penggantinya masjidpun akan kembali sepi. 


Saya dengan Bapak Kaitam.

Padahal begitu sedihnya ketika  saya bertemu bapak Kaitam seorang pria tua yang mengaku umurnya 115th, asal distrik Tomu, menceritakan dengan jelas bagaimana perjuangan ia mempelajari islam dimasa lalu, sambil berbincang sambil mendengarkan pembacaan Rawi Barjanji yang di nyanyikannya begitu merdu dengan suara khas muslim Papua.  Allahuma Sholi wa Salim wa Barik Alaih...

  Ia menceritakan bagaimana harus ia belajar Islam dengan menjual hasil bumi berupa sagu untuk berangkat ke Fak-fak lalu kemudian pulang kekampung halamannya membawa ilmu yang didapatnya. Dalam bahasa Indonesia kurang pasih beliau mengungkapkan saya pergi membeli Bismillah ke Fak-fak.. dan pulang membawa ilmu tetang Islam. Cerita, Busron Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makasar yang harus rela menjadi pendakwah melebihi lama tugas yang diberikan dari kampusnya. di distrik Kalitami, Teluk Bintuni. Semangat mendakwahkan penguatan akidah  ditengah masyarakat Islam begitu besar saya rasakan, bagaimana ia mulai


Bapak Kaitam dengan Cicitnya.

Menguatkan simbol Islam yang mulai pudar. Dari mulai  pemakaian hijab sebagai simbol muslimah, Memakmurkan kegiatan Masjid, hingga pengajaran Islam usia dini dan pengajian kitab  Riadussalihin ba’da sholat. hal ini saya rasa amat di perlukan melihat sejarah panjang melampaui kedatangan bangsa Eropa ke negeri Islam di Ujung timur Indonesia ini. Kesadaran umat yang harus ditingkatkan secara konsisiten dan tidak terputus bagi semua ummat Islam dimana pun berada.

Setidaknya tidak hanya utusan Muhammadiyah melalui Universita Muhammadiyah Makasar tetapi juga ada kiriman ustadz dari Nahdlatul Ulama dan AFKN yang secara berkala datang menjadi Imam di masjid-masjid disana.

Namun demikian pembangunan madrasah yang begitu sedikit dan hampir tidak ada sebagai sarana pendidikan penguat akidah Islam yang saya rasakan haruslah disegerakan mengingat akidah Islam yang mulai tergerus zaman di wilayah ini. Sayangnya pertemuan saya dengan masyarakat muslim Teluk Bintuni Utara amatlah singkat tidak banyak yang saya bisa ceritakan tentang bagaimana kedaan muslim yang mayoritas disana setidaknya ini merupakan sedikit catatan yang bisa saya sampaikan. Agar masyarakat dunia muslim lebih memperhatikan akidah saudara semuslim di bagian timur Indonesia.