Tuesday, 4 August 2015

Menengok Cahaya Islam di Teluk Bintuni Utara, /Minoritas Muslim Papua




 Masjid Tomu

Membicarakan Papua Barat, pada umumnya masyarakat akan menyebutkan Sorong sebagai kota  besar yang ada di bagian barat Pulau Papua wilayah Indonesia meskipun Manokwari sebagai Ibu kota  Provinsinya dan Fak-fak sebagai kabupaten yang di dominasi penduduk yang beragama Islam, maklum adanya  Papua terkenal dengan wilayah Indonesia yang penduduknya mayoritas beragama Kristiani. 
                                       
Namun ketika dipaparkan sembilan kerajaan Muslim Papua Seperti : Kerajaan Waigeo, Kerajaan Misool, Kerajaan Salawati, Kerajaan Sailolof, Kerajaan Fatagar, Kerajaan Rumbati yang terdiri dari (Kerajaan  Atiati,  Sekar, Patipi, Arguni, dan Wertular),  Kerajaan Kowiai /Namatota, Kerajaan Aiduma dan Kerajaan Kaimana. Masyarakat akan bertanya-tanya apakah benar di Papua ada kerajaan-kerajaan muslim? Sejak kapan muslim masuk wilayah Papua? Dana bagaimana keadaan muslim papua saat ini ?

Berdasarakan sumber tradisi lisan dari keturunan-keturunan raja-raja di Raja Ampat-Sorong, Fak-fak, Kaimana dan Teluk Bintuni-Manokwari. Islam masuk ke tanah papua jauh sebeklm agama lain masuk kewilayah ini.  Dipercaya Islam masuk ke wilayah Papua sejak pertengahan abad ke- 15 M ditandai dengan  datanganya Mubaligh asal Aceh yang bernama Abdul Gafar pada tahun 1360 M yang berdakwah selama 14 tahun hingga ia wafat ditahun 1374 M  yang kemudian dimakamkan di belakang masjid Kampung Rumbati tahun 1374 M.

Namun yang menjadi kepercayaan umum, kehadiran Islam di tanah Papua dipengaruhi oleh keberadaan jalur perdagangan rempah-rempah dari wilayah Indonesia-Timur hingga kebelahan dunia barat dan juga dipengaruhi dengan adanya eksistensi keberadaan Kerajaan Islam Ternate, Tidore dan Bacan  di barat pulau papua yang menyebarkan Islam  ke wilayah Papua kehususnya wilayah pesisir bagian barat pulau Papua pada perengahan abad ke-15. Membicarakan sejarah panjang Islam Papua tidaklah cukup untuk diceritakan dalam satu atau dua buku karena sedikitnya sumber tertulis yang menceritakannya.

Menginat perjalanan saya ke tanah Muslim Papua khususnya wilayah Kabupaten Teluk Bintuni bagian Utara terhitung sejak akhir Januari hingga akhir Februari 2015, Begitu mengagumkan memang ketika saya pertama kali menginjakan kaki di tanah ini, dengan keadaan iklim yang tidak begitu panas,  langit biru yang begitu cerah, tak ada lalu-lalang kendaraan dengan asap kenalpotnya, hingga hutan Bakau begitu asri dan luas hingga diakui dunia  pada pertengahan bulan Februari 2015 lalu, hasil panen udang begitu berlimpah sepanjang tahunnya, dan keramahan warga asli Papua dalam menerima tamunya. Merupakan  kenangan yang tak terlupakan bagi saya.

Satu kalimat yang tertanam di dalam benak saya dan terkenang hingga saat ini.  Ketika salah seorang penduduk asli Papua mengatakan bahwa masyarakat Papua secara Philosofis  dapat dikatakan layaknya sebuah pohon sagu yang berduri dan kasar namun  dibalik kasarnya pohon terdapat halusnya sagu yang begitu lembut.  Keramahan masyarakat Papua muslim dalam menerima tamu merupakan pengalaman pertama yang saya dapatkan di tengah masyarakat asli Papua.

Dalam dunia pendidikan Islam, begitu jarang ditemui sekolah berbasis Islam di wilayah ini. Selain Perguruan Muhammadiyah Bintuni yang membuka jenjang Pendidikan TK Hingga SMA sejak tahun 1974. Usia yang cukup lama bagi Muhammadiyah dalam menerapkan amal usahanya di wilayah Bintuni. Keterbatasan jarak antar kota yang begitu jauh dan minimnya sarana pendidikan islam merupakan salah satu alasan yang menghambat pembangunan pradaban Islam, meskipun secara historis sudah sejak lama Islam hadir di wilayah ini.

   Masjid Babul Jannah Taroi, Tomu Teluk Bintuni

Keberadaan Masjid merupakan bukti adanya geliat muslim di wilayah Papua Barat, setidaknya dalam perjalanan  ini saya menghampiri tiga distrik yang dua diantara dihuni oleh mayoritas  penduduk yang beragama muslim dan satu distrik yang jumlah muslimnya sudah jauh berkurang. Di antara ketiga distrik tersebuat antara lain adalah : Distrik Tomu, Distrik Weriagar dan Distrik kamundan.

Begitu senang hati ini, ketika satu persatu distrik saya hampiri. Terdapat  bangunan Masjid yang berdiri, suatu pemandangan yang menyejukan hati. Pemandangan masjid cukuplah mencolok mata karena bangunan masjid amatlah berbeda dengan bangunan yang ada disekitarnya. Bangunan masjid yang saya temui tidaklah berbeda dengan masjid-masjid yang ada di jawa dengan atap tumpang dan mimbar kayu  dengan ukiran  bercampur kaligrafi Islam sederhana yang menghiasasi beberapa bagiannya.

Namun setelah beberapa saat tinggal di pesisir Utara Teluk Bintuni ini, saya rasakan keadaan yang cukup berbeda. Meski bangunan masjid begitu kokoh, Jumlah populasi muslim di tiga distrik disana  yang dua diataranya merupakan penduduk yang mayoritas beragama muslim amat berbalik keadaan dengan jumlah jamaah pada setiap ibadah sholat Jumat dilaksanakan. Kaderisasi Islam yang tidak begitu berjalan dengan baik menyisakan sepinya masjid-masjid.  Ditambah kurangnya ustad yang dapat memberikan pengajaran tentang  Islam.

Setidaknya ada upaya-upaya dilakukan oleh organisasi-organisasi islam mengirim para guru agama kewilayah terpencil seperti tiga distrik yang saya kunjungi ini. Namun ketidak berlanjutan pengiriman mengakibatkan terputusnya upaya penguatan dakwah islam di kalangan masyarakat muslim Papua. Hal ini disampaiakan salah satu penduduk ketika ia menceritakan bagaimana peranan ustad amat dibutuhkan, ketika ustad ada masjid akan ramai dan makmur dengan kegiatan, namun ketika ustad pulang dan tidak ada penggantinya masjidpun akan kembali sepi. 


Saya dengan Bapak Kaitam.

Padahal begitu sedihnya ketika  saya bertemu bapak Kaitam seorang pria tua yang mengaku umurnya 115th, asal distrik Tomu, menceritakan dengan jelas bagaimana perjuangan ia mempelajari islam dimasa lalu, sambil berbincang sambil mendengarkan pembacaan Rawi Barjanji yang di nyanyikannya begitu merdu dengan suara khas muslim Papua.  Allahuma Sholi wa Salim wa Barik Alaih...

  Ia menceritakan bagaimana harus ia belajar Islam dengan menjual hasil bumi berupa sagu untuk berangkat ke Fak-fak lalu kemudian pulang kekampung halamannya membawa ilmu yang didapatnya. Dalam bahasa Indonesia kurang pasih beliau mengungkapkan saya pergi membeli Bismillah ke Fak-fak.. dan pulang membawa ilmu tetang Islam. Cerita, Busron Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makasar yang harus rela menjadi pendakwah melebihi lama tugas yang diberikan dari kampusnya. di distrik Kalitami, Teluk Bintuni. Semangat mendakwahkan penguatan akidah  ditengah masyarakat Islam begitu besar saya rasakan, bagaimana ia mulai


Bapak Kaitam dengan Cicitnya.

Menguatkan simbol Islam yang mulai pudar. Dari mulai  pemakaian hijab sebagai simbol muslimah, Memakmurkan kegiatan Masjid, hingga pengajaran Islam usia dini dan pengajian kitab  Riadussalihin ba’da sholat. hal ini saya rasa amat di perlukan melihat sejarah panjang melampaui kedatangan bangsa Eropa ke negeri Islam di Ujung timur Indonesia ini. Kesadaran umat yang harus ditingkatkan secara konsisiten dan tidak terputus bagi semua ummat Islam dimana pun berada.

Setidaknya tidak hanya utusan Muhammadiyah melalui Universita Muhammadiyah Makasar tetapi juga ada kiriman ustadz dari Nahdlatul Ulama dan AFKN yang secara berkala datang menjadi Imam di masjid-masjid disana.

Namun demikian pembangunan madrasah yang begitu sedikit dan hampir tidak ada sebagai sarana pendidikan penguat akidah Islam yang saya rasakan haruslah disegerakan mengingat akidah Islam yang mulai tergerus zaman di wilayah ini. Sayangnya pertemuan saya dengan masyarakat muslim Teluk Bintuni Utara amatlah singkat tidak banyak yang saya bisa ceritakan tentang bagaimana kedaan muslim yang mayoritas disana setidaknya ini merupakan sedikit catatan yang bisa saya sampaikan. Agar masyarakat dunia muslim lebih memperhatikan akidah saudara semuslim di bagian timur Indonesia.





















Tuesday, 7 July 2015

Terima Kasih Ku Ucapkan

Ramadhan nan agung
Malam sunyi tanpa gaduh
Terdengar sayup lantunan kitab suci dikejauhan
Begitu tenang nan damai

Terpintas oleh ku tentang waktu yang lalu
Ketika ku ungkapkan keinginan
Dan kau jawab dalam diam
Tak jelas dan samar

Hanya satu kunci yang kupengang
Saat sedikit senyum kau tinggalkan
Apakah itu sebuah jawaban

Tak begitu dalam aku mengartikan
Apakah kau menerimaku dalam diam
Begitu bodohnya diriku saat tak memahami maksudmu
Hingga diammu aku tak jadikan ia mu

Dalam bimbang saat-saatku dengar kata cukup
Begitu terprosok jatuh dan kemudian mendengar dirimu akan pergi
Hingga rasa keinginan untuk pergi jauh itu datang melogikakan fikiranku
Namun ketika waktu kudengar cerita kecil dari lugu muridmu
Menceritakan tentang isi hatimu
Tentang bagaimana perasaanmu padaku
Hingga ciptakan diam ku

Terima kasih ku ucapkan
Pada waktu yang mengajariku untuk bertahan
Pada waktu yang mengajariku untuk bersabar
Pada waktu yang mengajariku untuk terus berlajar
Berkaca hidup tanpa keangkuhan
Berucap maaf atas kesalahan

Kini hanya kebahagiaan yang ku harapkan
Atas pilihanmu yang telah kau tentukan

Berharap lebih hanya kesalahan
Memaksa diri mengikuti hawa nafsu syaitan
Karena telah meninggalakan anjuran
Karena semua  telah ku kembalikan
Pada Tuhan sang kuasa alam

Selamat jalan
Dan terima kasih ku ucapkan.


Wednesday, 21 January 2015

Nurtanio dan Pesawat Terbang Pertama Buatan Indonesia

Banyak orang tahu bahwa bangsa Indonesia telah menciptakan pesawat. Ya, banyak yang telah mengetahuimya. Melalui Gatot Kaca atau N-250 Pesawat buatan tahun 1995 telah mengudara di Cakrawala Indonesia melalui hasil cipta karya anak bangsa Ir. H.B.J. Habibie
Source : Wikipedia.com
Pesawat N-250 adalah pesawat penumpang sipil (airliner) regional komuter turboprop rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia. Menggunakan kode N yang berarti Nusantara menunjukkan bahwa desain, produksi dan perhitungannya dikerjakan di Indonesia atau bahkan Nurtanio, yang merupakan pendiri dan perintis industri penerbangan di Indonesia. Berbeda dengan pesawat sebelumnya seperti CN-235 dimana kode CN menunjukkan CASA-Nusantara atau CASA-Nurtanio, yang berarti pesawat itu dikerjakan secara patungan antara perusahaan CASA Spanyol dengan IPTN. 
Pesawat diatas memang dirancang dan dibangun hingga diterbangkan oleh putra terbaik bangsa suatu kebanggaaan bukan. Pastinya, Namun banyak pula orang yang tidak pamiliar dengan nama Nurtanio. Nah lo..., Siapa gerangan nama tersebut dan sempat disebutkan di paragraf atas. Berbeda dengan B.J Habibie yang merancang dan membangun di era ke-emasan bangsa Indonesia, diera kepemimpinan Presiden Soeharto. yang sedikit banyak membawa Indonesia kearah pembangunan yang pesat di berbagai sektor, khususnya sektor pertanian dan migas. 







Nurtanio Pringgoadisuryo 

Lahir di Kandangan, Kalimantan Selatan, 3 Desember 1923 – meninggal 21 Maret 1966 pada umur 42 tahun. Cukup singkat memang usianya. namun yang menajdi perhatian dari tokoh pemuda Bangsa Indonesia tersebut adalah tentang bagaiman ia di tengah era awal kemerdekaan telah berusaha menciptakan kebanggaan bukan hanya bagi dirinya sendiri namun juga bagi bangsa Indonesia yang baru merdeka. 
Banyak orang tidak mengetahui Bersama Wiweko Soepono, Nurtanio membuat pesawat layang Zogling NWG (Nurtanio-Wiweko-Glider) pada tahun 1947. tepat dua tahun setelah kemerdekaan Indonesia. Nah lo.., Bangsa Indonesia telah menciptakan Pesawat terbang sejak awal kemerdekaan? Agak kabur memang pemberitaan tentang siapa dan apa yang telah dilakukan Nurtanio bagi bangsa Indonesia. 
Penulis tidak akan memabhas mengapa ide kreatif Nurtanio tidak terendus kepada kita generasi milenium haha.. Pastinya kita akan kagum tentang dirinya karena ia adalah cikal bakal pembuat pesawat asli buatan bangsa Indonesia.
Cita-cita dan keinginan serta kecintaannnya akan dunia kedirgantaraan sudah dia awali sejak masa Hindia Belanda. Nurtanio pada saat itu berlangganan majalah kedirgintaraan Vliegwereld, dan menekuni masalah aerodinamika dan aeromodelling. Pada masa itu, Nurtanio sering mengadakan surat menyurat dan korespondensi dengan sesama pencinta Aeromodelling pada zaman Hindia Belanda. Diantaranya adalah Wiweko Soepono yang saat itu sudah mendirikan perkumpulan pencinta Aeromodelling serta berlangganan majalah Vliegwereld.
Pada masa pendudukan Jepang, di sekolah menengah tinggi teknik atau Kogyo Senmon Gakko, Nurtanio mendirikan perkumpulan Junior Aero Club yang isinya tentang bagaimana teknik pembuatan pesawat model yang merupakan dasar-dasar Aerodinamika. Karena pada masa pendudukan Jepang penggunaan bahasa Inggris dilarang, maka untuk menghidari kecurigaan ditempaknya dua orang pengawas berkebangsaan Jepang diantaranya adalah Tuan Imazawa. Disinilah Nurtanio berkenalan dan bertemu dengan R.J Salatun, yang juga berminat dalam masalah penerbangan dan kebetulan berlangganan majalah kedirgantaraan yang sama yakni Vliegwereld. Pada saat itu peserta dibatasi karena para pesertanya yang sebelumnya membludak, jadi hanya tinggal sedikit.
Di JAC, Nurtanio dan sahabatnya, R.J Salatun, juga bertemu dengan guru olahraga yang bernama Iswahyudi yang juga memiliki pengetahuan dalam masalah penerbangan, yang ketika perang dunia II pecah, sedang mengikuti pendidikan penerbang militer Belanda yang kemudian diungsikan ke Australia. Perhatian Nurtanio pada masa itu tidak hanya dalam masalah pesawat model tetapi bahkan menekuni buku-buku teknik penerbangan yang saat itu banyak berbahasa Jerman serta sudah menekuni dan menggambar rancangan glider atau pesawat layang type Zogling yang merupakan obsesinya.
Sekitar tahun 1948, Nurtanio ditugaskan ke Manila, Filipina untuk melanjutkan studi kedirgantaraannya di FEATI (Far Eatern Aero Technical Insitute). Sebagai bekal hidup, Nurtanio membawa kerajinan perak Yogyakarta yang ternyata susah untuk dijual.Waw... Bangsa Indonesa Bersekolah keluar negeri sambil BERDAGANG...!!! bayangkan sekarang banyak anak-anak dari kita amaupun tetngga kita termanjakan ooleh diri kita sendiri. membiayai sekolah diambah uang jajan yang berlimpah. Nurtanio merupakan contoh yang harus ditiru oleh kita generasi milenium bangsa Indonesia. karena dengan kerja kerasnyalah ia dapat mewujudkan cita-citanya untuk dapat membuat pesawat bagi bangsanya.
Pada masa selesainya perang kemerdekaan tahun 1954, Nurtanio berhasil merancang dan membuat pesawat Sikumbang yang merupakan pesawat all metal pertama Indonesia. Pada masa perintisannya, Mayor Udara Nurtanio bersama 15 stafnya tahun 1953 dalam perbengkelan kecil Seksi Percobaan Lapangan Udara Husein Sastranegara, berhasil membuat sejumlah pesawat terbang diantaranya, pesawat serba logam (all metal) COIN (Counter-insurgency-anti gerilya) yang diberi nama Si Kumbang 1 Agustus 1954. Pesawat rancangan beliau lainnya yang pernah dibuat, Belalang 85 (1958) yang kemudian pesawat latih ini disempurnakan dan diproduksi sebagai Belalang 90. Pesawat latih ini digunakan untuk mendidik para calon penerbang Angkatan Udara dan Pusat Penerbangan Angkatan Darat. Pada tahun yang sama, Nurtanio dan para asistennya berhasil membuat pesawat olah raga Kunang 25 bermesin mobil Volkswagen. Ia juga merintis membuat prototipe helikopter Kepik dan Manyang serta girokopter Kolentang.
Nurtanio kemudian berencana menerbangkan ke daerah Sekaten, Yogyakarta dari Bandung. Sahabatnya R.J Salatun mempunyai firasat buruk tentang penerbangan itu dan berniat membatalkannya. Karena dia punya akses langsung kepada Kepala Staf Angkatan Udara Suryadarma, Salatun memberikan argumen kepada Suryadarma agar membatalkan rencana penerbangan Nurtanio ke Yogyakarta dengan alasan Nurtanio adalah satu-satunya kostruktur penerbangan yang dimiliki Angkatan Udara. Suryadarma setuju dengan alasan Salatun dan memerintahkan stafnya untuk memberikan radiogram pembatalan rencana penerbangan ke Yogyakarta. Untuk mengobati rasa kesalnya, Nurtanio menerbangkan pesawat Sikumbang itu keliling udara Bandung di sekitar Lanud Husein Sastranegara.


Si Kumbang


Tidak lama kemudian pesawat itu didaratkan di Lanud Husein karena mengalami gangguan berupa mesinnya mati. Nurtanio mengambil kesimpulan seandainya dia melakukan penerbangan ke Yogyakarta, maka dia harus mendarat darurat di daerah rawan yang masih dikuasai DI/ TII karena mengalami mesin mati. 


Belalang

Disamping pembuatan dua pesawat tersebut diatas ia juga menciptakan pesawat lain seperti si Kumbang dan Gelatik. Nurtario gugur pada suatu kecelakaan pesawat terbang pada tanggal 21 Maret 1966, ketika menerbangkan pesawat Aero 45 atau Arev yang sebenarnya buatan Cekoslowakia, yang telah dimodifikasi dengan memberi tangki bahan bakar ekstra. Pesawat ini sebenarnya akan digunakan untuk penerbangan keliling dunia, dan Nurtanio mengalami kecelakaan saat kerusakan mesin, dia berusaha untuk mendarat darurat di lapangan Tegallega Bandung namun gagal karena pesawatnya menabrak toko.
Demikian cerita singkat tentang Nurtanio dengan Pesawat Pertama Buatan bangsa Indonesia, meruakan tugas kita sebgai generasi muda untuk menumbuhkan semangat Nurtanio diera kemudahan saat ini sebagai tolah ukur kebesaran bangsa Indonesia yang merupakan bangsa yang memiliki kekuatan untuk berdiri diats kakinya sendiri.

Thanks To : Wikipedia.



Thursday, 31 July 2014

Pudarnya Politik Islam Indonesia

Islam merupakan  agama yang paling banyak dianut oleh penduduk Indonesia, dengan jumlah tidak kurang 80% dari total keseluruhan jumlah penduduk Indonesia  yang berjumlah 237.556.363.  Dengan jumlah penduduk muslim yang begitu banyak. Indonesia telah menjadi negara nomor urut pertama dengan populasi muslim dunia, tidak kurang dari 204 juta penduduk Indonesia beragama Islam.
Namun dengan jumlah populasi yang begitu banyak. terdapat ke unikan tersendiri bagi kehidupan politik di negara ini. Indonesia tidak menerapkan islam sebagai dasar negara seperti dua negara tetangganya, Brunei dan Malaysia. Muslim Indonesia lebih memilih Pancasila sebagai ideologi bangsa.
Pertarungan politik mengenai penetapan Ideologi bangsa ini berjalan cukup alot dalam sejarah bangsa Indonesia. Hingga muslim Indonesia menerima pancasila sebagai dasar negara Indonesia pada 1 Juni 1945. Melalui pidato yang disampaikan oleh Ir. Soekarno di depan Badan Penyelidik  Persiapaan Kemerdekaan Indonesia. dan disayahkan pada ta 18 Agustus 1945. 
Penerimaan ini tak terlepas dari kebesaran hati muslim indonesia untuk menjadikan pancasila sebagai Ideologi bangsa. Dengan merelakan terlepasnya kata syariat islam dalam salah satu poin pancasila. namun demikian gejolak politik islam indonesia terus berkembang dan bertranspormasi dalam kehidupan bangsa indonesia. 
Hal ini dapat dilihat dalam perjalanan politik Islam sejak Indonesia merdeka. Politik islam sejak kemerdekaan tercerminkan saat lahirnya partai-partai politik islam, sebagai partai yang mewakilkan Islam politik indonesia. saat pemilu pertama di gelar di tahun 1955 dengan jumlah anggota legistaif dari partai-partai islam tersebut berhasil mengambil kursi anggota dewan lebih dari 115 atau 42 % anggota dewan yang mewakili partai islam dari 257 kursi anggota dewan legislatif yang diperebutkan pada pemilu 1955.
Hal ini mencerminkan kuatan islam yang begitu kuat ditengan percaturan politik bangsa Indonesia yang baru lahir dan baru pertama kali mengadakan pemilu. Pada perkembangannya politik islam Indonesia terus mengalami pluktuasi yang hingga akhinya  menjadikan politik islam tidak begitu menarik dan ditinggalkan oleh para pemilihnya. 
Sejak tahun 1977 dimana terjadi Fusi partai dengan mengkrucutkan partai peserta pemilu hanya dengan tiga partai peserta pemilu. Sejak tiga periode pelaksanaan pemilu partai islam yang diwakili Partai Persatuan Pembangunan hanya mendapatkan kursi : 29% 1977, 27% 1982, 15% 1987, 17 %1992  dan 22% 1997. Secara matematis hal ini berbanding terbalik ketika partai islam terpecah pada lima partai  politik pada tahun 1955. islam menjadi kekuatan yang dominan namun setelah terjadi fusi menjadi paratai yang kurang memiliki kekuatan di dalam perolehan kursi anggota Dewan Legislatif yang seharusnya tidak jauh mengurangi prosentase kekuatan politik di dalam keanggotaan Dewan Legislatif.
Pengalaman Sejarah politik Islam terus terulang dan bahkan terasa tidak memiliki kekuatan yang dominan saat dekade terakhir ini. gambaran yang begitu nyata adalah ketika koalisi partai islam terpecah kembali dalam berbagai partai politik.  Upaya fusi partai telah diupayakan para pimpinan partai melalui koalisi partai islam yang bergabung pada koalisi Merah Putih saat pemilihan Umum tahun 2014 tidak dapat mendongkrak suara calon dari pencalonan Presiden dan wakil Presiden yang didukung koalisi tersebut.
Hal ini menjadikan indikasi pudarnya politik islam dilkalangan masyarakat penduduk indonesia telah kurang dan tidak lagi memiliki daya tarik yang tinggi. Sehingga di tinggalkan oleh lebih dari 204 juta penduduk muslim Indonesia. Dengan demikian seacara eksplisit tergambarkan politik islam indonesia telah memudar. dan perlu suatu repolitisasi muslim indonesia agar kekuatan politik islam menjadi kekuatan yang dominan ditengah percaturan politik di indonesia sehingga akomodasi kepentingan ummat muslim indonesia akan lebih terayomi dalam suatu kekuatan politik yang kuat dan bersatu.Sehingga pengalaman sejarah 69 tahun kemerdekaan Indonesia tidak terulang ulang  dan tak mengalami perkembangan yang cukup signifikan tidak terjadi kembali pada periode pemilu selanjutnya. 
 

Friday, 30 May 2014

Disuatu Pagi


Beberapa saat setelah surya mulai bersinar dengan cerahnya
Saat bulan tak bersinar belum menghilang dilangit biru
Ditengah padang bunga abadi
Dikelilingi puncak gunung yang menjulang tinggi
Udara dingin masih menyelimuti
Getar hati menakuti
Kepercayaan menyemangati
Sederet kata yang tak begitu indah
Menutur harap Sekian lama tak tercurah dengan pasti
Kupastikan dengan percayadiri
Apakah kau tak melihatku tertatih
Tak menghiraukan burung bernyanyi agar pergi
Tetap percaya akan kesucian cinta yang lurus putih
Tak membelokan hati
Bersabar tanpa henti
Percaya akan kekasih
Menerima tanpa upeti
Lurus suci
Begitu besar harapan kejujuran hati
Tak berbohong terhadap nurani
Wahai kekasih hati
Berbalas rindu
Berbalas kasih
Berbalas kejujuran
Cinta suci murni
Tak elak harap pergi
Kau tampar sadarkan aku
Tak ada kesucian cinta
Tak ada cinta murni
Begitulah cinta
Tak berubah hingga nanti
Saat orang orang mulai tersadar
Saat ia memilih untuk bangun ketika orang lain terlelap
Memanjatkan doa
Kemudian melangkah menafsirkan ayat ayat suci
Berkelana mensyukuri hidup
Mematri perdaban dalam sebuah bongkahan batu
Yang terbangun atas nurani
Tak terkikis
Mengkristal
Bagai berlian yang keras
Bening berkilau
Menjalani hidup
Menjalani kehidupan
Menemui akhir
Menemui tempat kembali
Tak elok meratap
Tak elok menangis
Berjalan membangun
Hadirkan senyum
Membahagiakan
Menebar kebahagiaan
Berlomba menuju kebaikan

Wednesday, 12 March 2014

Kurikulum 2013 Tak Ramah Globalisasi

Globalisasi sudah di depan mata, Pembukaan Perdagangan Bebas Asia Tenggara yang dimulai tahun 2015 tahun depan menjadi titik  awal Globalisasi di wilayah Asia Tenggara. Kesiapan masing-masing negara merupakan taruhan yang amat berat bagi kompetitor negara-negara Asia Tenggara. terlebih bagi negara-negara yang belum siap dalam menghadapinya.
Kemampuan manajerial pembanguanan negara baik dari sektor Ekonomi dan Sektor Intlektual harus berkesinambungan sehingga terdapat balancing yang kuat dan dapat memperkokoh kekuatan suatu negera atau menjadi negara gagal dan kalah bertarung di era perdagangan bebas tersebut. Era ini merupakan era pembelajaran bagi masing-masing negara anggota ASEAN, Sebelum negara-negara ini akan bertemu lagi dengan saingan-saingan yang lebih kuat di era perdaganagan bebas dunia yang di mulai enam tahun mendatang ditahun 2020.
Sayang begitu sayang, ditengah tantangan tersebut, perubajan kurikulum dilakukan. kesiapan bukan digencarkan namun di kendurkan. Hal ini dapat di lihat dari pengurang jam mata pelajaran. dimana mata pelajaran bahasa Inggris dikurangi jam pengajarannya di kurikulum tersebut dan yang paling oarah adalah penghapusan mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi). yang merupakan syarat khusus untuk dapat berkomunikasi ditatanan global.
Persiapan harus dilakukan dengan cepat dan sistematis agar kegemilangan bangsa ini dapat tercapai, mengambil keuntungan lebih besar setelah kesiapan telah matang dan membuahkan hasil. maka tidak mungkin tidak bukan jika negra indonesia akan tetap berdiri dibelakang panggung akibat kesiapan yang kurang.
Maka dari itu, ditengah perubahan kurikulum kedepan yang sudah pasti akan diterapkan rakyat harus siap secara pribadi dalam menghadapi tantangan tersebut. Dengan demikian, pengurangan jam mata pelajaran atau penghapusan mata pelajaran tidak berdamapak negatif. Karena penyiapan pengajaran yang tidak diajarkan telah kita siasati dengan pemberian jam tambahan khusus.
dinataranya dengan menambah bahasa Inggris dan Komputer pada lembaga-lembaga les untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mendesak tersebut. Agar kesiapan generasi mendatang dalam kancah perekonomian global dapat  bersaing dan dapat memenangkan persaingan tersebut, dan tidak akan menjadi kalah akibat kekurangan daya saing dalam berkomunikasi dan menggunkan teknologi.       

Saturday, 12 October 2013

Sebuah Tanya ??? Antara Revolusi atau Evolusi

Mendengar kata Revolusi, orang akan mengatakan adalah peristiwa berdarah, penggulingan kekuasan,  pembunuhan dan  kekejaman yang berlandasan perubahan cepat.   Ya memang dapat dikatakan benar kita dapat lihat di beberapa negara didunia. dan bahkan tercatat di dalam sejarah Eropa tentang bagai mana rakyat Prancis mendambakan perubahan bangsa dengan melakukan tindakan pada kerajaan di Prancis.
Di era modern, teramat jarang rovolusi dilakukan oleh rakyat sauatu negara. Tuntutan revolusi tidak lagi menggaung, namun semakin gencar dilakukan dengan upaya pemisahan diri dari negara induk yang dinilai telah melakukan diskriminiasi ketidakadilan  terhadap daerah yang ia tinggali. mesikpun baru-baru ini banyak terjadi revolusi di negara-nagara arab, namun revolusi telah menyisakan kepahitan dan ketidak jelasan yang makin tak pasti. tak banyak revolusi yang berdampak kepada kemajuan. Perebutan kekuasaan adalah pangkal dari kemerosotan harapan perubahan. 
Revolusi yang di harapkan membawa perubahan hanya menjadi mimpi yang tidak pernah menjadi kenyataan.  Perubahan memang terjadi, namun perubahan itu hanya sedikit di rasakan rasa pahit akan kemerosotan mimpi perubahan kehidupan yang paling sering terjadi. Keterbukaan Pemerintah, Peningkatan kesejahteraan, Stabilitas politik dan Peningkatan Ekonomi sekan makin jauh dari harapan.
Revolusi semacam ini terjadi akibat ketidak siapan revolutor dalam menyiapakan model perubahan, perubahan yang diraih hanya membawa kebingungan tentang bagaimana cara pemerintahan dijalankan sehingga akhirnya tidak pernah membawa perubahan. Kebingungan-kebingungan hanya membawa kepada kemunduran akibat keterlantaran pembanguna dan kebingunangan pengelolaan. Tentunya Revolusi semacam ini merupakan revolusi yang paling tidak diharapakan. 
Kesepahaman  dan Kesiapan yang merupakan kunci sukses dari sebuah Revolusi, namun kendala dari revolusi ini adalah  tentang bagaimana cara menyatukan kesepahaman dan penyiapan kesiapan. Hal ini terrasa  sulit bagi negara yang memiliki banyak macam etnik dan luas daerah yang terpisah-pisah oleh pulau-pulau sehingga konsolidasi kesepahaman dan   kesiapan menjadi sulit untuk dilakukan. meskipun terasa sulit, namun model revolusi ini pernah diterapkan di Indonesia saat pertama kali Indonesia mendapat kemerdekaan pada 1945.
Namun model revolusi ini tidak serta-merta langsung menghadirkan kebaikan, pada kenytaannnya pencarian formasi yang pas bagi bayi yang baru lahir ini mendapatkan kendala dari berbagai ediologi yang berkembang saat itu. Hal ini diakibatkan perbedaan pandangan dari masing-masing pimpinan  dalam menerima format yang dihadirkan.  format perubahan yang masing-masing didiskusikan dan dijadikan usaha mufakat  dalam upaya menyatukan visi dan misi baru dalam tatanan baru format kenegaraan yang dihadirkan. Kesiapan dan Kebersamaan menjadi kunci keberhasilan. namun perubahan radikal akan berdampak pada sebuah kegoncangan yang memerlukan suatu pembiasaan yang terkadang terdapat sebuah ketidak selarasan sehingga pterdapat banyak gesekan.
Gesekan tersebut terjadi akibat perebutan kekusaan, dari sebuah kekosongan yang tidak dipersiapakan dengan baik. persiapakan  matang akan mengurangi gesekan dan  dapat dengan sendirinya menghilangkan gesekan akibat tidak terjadi kekisruhan yang berkjalan lama. revolusinya yang semacam ini jarang terjadi.  jika kita banding arab spings yang terjadi di penghujung akhir tahun 2011 hingga awal 2012   dari sekian banyak negara arab yang bergejolak hanya beberapa neagara arab yang langsung damai dan tidak terdengan terjadi konstalasi politik yang bekepanjangan.
dapat dilihat dari bagaimana Mesir dengan begitu kuatnya mengadakan Revolusi namun menjelang pertengah 2012 revolusi yang didambakan membawa perubahan yang baik namun pada akhirnya hanya menyisakan perebutan kekuasaan anatar militer dan sipil.  hal ini merupan sesuatu yang tidak mungkin di inginkan bagi orang-orang yang bermimpi untuk melakukan revolusi.
Mimpi kesejahteraaan tidak akan mungkin tercapai, kekisruhan kemerosotan moral hingga terjadinya kelaparan akibat tidak terkontrolnya pemerintahan  dan bahkan akan banyak darah yang tumpah akibat konflik kekusaan yang berkepanjangan adalah sesuatu yang tidak mungkin dipilih bagi kaum revolusioner yang tidak siap menjalankan mimpi yang direncanakan olehnya.
Namun dari sekian banyak kebijakan yang berdampak sistem tersebut akan menjadi jawaban yang baik jika kaum-kaum revolusioner berfikir secara matang dengan melihat bagaiman cara seorang dokter untuk mengobati pasiennya. seorang dokter lakyaknya seorang kepala negara atau seorang revolusioner yang dapat membawa warga negara berubah kearah yang lebih maju.  dengan cara mencari penyakitnya yang mengakibatkan kerusakan ditengah negaranya.
Sumber penyakit merupakan sumber segala kerusakan. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme merupakan biang keladi kerusakan sebuah negara. hal ini pernah digaungkan pemimpin reformis asal indonesia yang mencoba melakukan revolusi dengan jalan reformasi sesuai tatanan yang ada di negaranya tidak pernah dijalankan semenjah asas negara tersebut dibentuk. pada tahun 1998 pernah dirasakan oleh penduduk terbesar dia asia tenggraa yakni Indonesia,  melalui beberapa tokohnya yang  yang maju kemuka seperti Amien Rais, Gus Dur dan tokohlainnya mencoba mengembalikan sistem pemerintahan Indonesia sesuai dengan asas negaranya namun mengalami kegagalan setelah 12 revolusi dengan format reformasinya gagal.
Meskipun terdapat perubahan yang signifikan dan dapat dirasakan, namun perubahan  itu hanya berdampak sementara setelah reformasi bergulir keadaan politik kembali seperti semula. Mimpi reformasi ketatanegara yang kembali keasasnya hanya menjadi isapan jempol yang tidak pernah tercapai. akibat kerusakan atau penyakit yang tidak pernah disembuhkan dan bahkan dihilangkan.
Jika reformasi telah dilakukan dan tidak membawa hasilnya, mungkin masih ada satu jalan yang belum pernah di coba. yakni revolusi ala  negara tetangga dari Indonesia (Malaysia). dengan format revolusi damainya pemimpin negeri Malaysia saat ini telah memetik buah yang telah ditanamya sejak 1969.